Lahan 1 Hektare Cuma Butuh 10 Menit

Drone Digunakan untuk Menyemprot Lahan Pertanian

2050
TEKNOLOGI PERTANIAN : Ujicoba alat penyiram pupuk cair berupa drone di areal persawahan Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Sabtu (3/2). (Kodim 0706/Temanggung For Radar Kedu)
TEKNOLOGI PERTANIAN : Ujicoba alat penyiram pupuk cair berupa drone di areal persawahan Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Sabtu (3/2). (Kodim 0706/Temanggung For Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Petani di Temanggung kini bisa lebih mudah kalau ingin menyiramkan pupuk cair atau pestisida ke lahan yang luas. Sekolompok pemuda yang sebagian besar dari komunitas Temanggung Aeromodelling Club berhasil membuat drone yang berfungsi untuk menyemprot tanaman. Tim bernama Hope yang terdiri dari 12 orang ini mendapatkan bimbingan dari Kodim 0706/Temanggung.

Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji menuturkan, ide pembuatan alat penyiram pupuk cair berupa drone muncul pada April 2017 lalu. Tim membutuhkan waktu sekitar 8 bulan untuk merancang dan melakukan riset terhadap produk tersebut.

Tim merakit satu demi satu komponen yang mayoritas merupakan produk lokal lengkap dengan mesin utama yang didatangkan dari Tiongkok. “Dengan ketelitian dan kejelian tim, akhirnya berhasil menciptakan teknologi modern bidang pertanian alat semprot,” tuturnya di sela ujicoba drone Hope di Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Sabtu (3/2).

Yusuf menjelaskan, biaya produksi pembuatan alat tersebut mencapai Rp 125 juta. Drone Hope bisa mempersingkat waktu penyemprotan sawah. Bila dengan cara manual, 1 hektare lahan butuh waktu 2 hari, dengan drone cukup 10 menit saja.

Budi Utomo, salah satu petani warga Desa Candimulyo mengakui kelebihan drone tersebut. “Alat drone ini menggunakan teknologi autopilot, drone juga bisa menampung 16 liter cairan dengan beban maksimal seberat 75 kilogram,” ucapnya.

Tim perakit Hope Abdul Ghani berharap, agar produk drone ini tidak diperjualbelikan, namun cenderung menjual jasa. “Dengan penjualan jasa, harapannya kita bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak,” tukasnya. (san/ton)

Silakan beri komentar.