33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Khawatir Jadi Gedung Serbaguna yang Tak Berguna

Rencana Revitalisasi Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang bakal dirombak total. Master plan dan Detail Engineering Design (DED) pusat budaya dan kesenian seluas 4,49 hektare ini sudah beredar di masyarakat.

BEBRICARA tentang TBRS Semarang seperti ungkapan ‘hidup segan mati tak mau’. Ada tapi tiada. Keberadaannya nyaris tak ada pengaruh berarti bagi perkembangan Kota Semarang. Pemkot Semarang sepertinya sudah ‘gatal’ ingin segera ‘mengobrak-abrik’ kandang seniman ini dengan pembangunan baru. Tentu saja agar ada warna baru.

Tetapi rencana revitalisasi TBRS ini berulangkali gagal. Ide dan gagasan pemerintah kerap tak sejalan dengan aspirasi para seniman. Investor kakap mengincar TBRS yang lokasinya terbilang strategis. Salah satunya investor Trans Studio yang sempat kontroversial beberapa waktu lalu.

Megaproyek itupun akhirnya ‘terkapar’ tinggal kenangan. Para seniman sepertinya tak mau TBRS dicaplok oleh investor yang dikhawatirkan menggusur keberadaan TBRS untuk diubah menjadi ladang bisnis.

Kali ini, rencana pembangunan TBRS kembali dimunculkan. Tentu saja, hal itu kembali menjadi sorotan para seniman. Namun kali ini Pemkot Semarang tak memunculkan isu masuknya investor di TBRS. Pengelolaan belum jelas, apakah akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) atau dijatuhkan ke tangan investor.

Tetapi rencana pembangunan TBRS telah matang dan direncanakan dibangun dalam waktu dekat. Lahan seluas 4,49 hektare di TBRS akan dipoles dengan desain baru perencanaan dan hutan kota di sisi selatan TBRS. Banyaknya tanaman hijau di TBRS menjadi prinsip untuk tetap melestarikan kawasan hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This