Khawatir Jadi Gedung Serbaguna yang Tak Berguna

Rencana Revitalisasi Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang

1050
MEGAH: Master plan Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dilihat dari atas. Terdapat sejumlah fasilitas baru yang akan dibangun di lahan seluas 4,49 hektare ini. (REPRO MASTERPLAN TBRS)
MEGAH: Master plan Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dilihat dari atas. Terdapat sejumlah fasilitas baru yang akan dibangun di lahan seluas 4,49 hektare ini. (REPRO MASTERPLAN TBRS)

RADARSEMARANG.COM – Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang bakal dirombak total. Master plan dan Detail Engineering Design (DED) pusat budaya dan kesenian seluas 4,49 hektare ini sudah beredar di masyarakat.

BEBRICARA tentang TBRS Semarang seperti ungkapan ‘hidup segan mati tak mau’. Ada tapi tiada. Keberadaannya nyaris tak ada pengaruh berarti bagi perkembangan Kota Semarang. Pemkot Semarang sepertinya sudah ‘gatal’ ingin segera ‘mengobrak-abrik’ kandang seniman ini dengan pembangunan baru. Tentu saja agar ada warna baru.

Tetapi rencana revitalisasi TBRS ini berulangkali gagal. Ide dan gagasan pemerintah kerap tak sejalan dengan aspirasi para seniman. Investor kakap mengincar TBRS yang lokasinya terbilang strategis. Salah satunya investor Trans Studio yang sempat kontroversial beberapa waktu lalu.

Megaproyek itupun akhirnya ‘terkapar’ tinggal kenangan. Para seniman sepertinya tak mau TBRS dicaplok oleh investor yang dikhawatirkan menggusur keberadaan TBRS untuk diubah menjadi ladang bisnis.

Kali ini, rencana pembangunan TBRS kembali dimunculkan. Tentu saja, hal itu kembali menjadi sorotan para seniman. Namun kali ini Pemkot Semarang tak memunculkan isu masuknya investor di TBRS. Pengelolaan belum jelas, apakah akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) atau dijatuhkan ke tangan investor.

Tetapi rencana pembangunan TBRS telah matang dan direncanakan dibangun dalam waktu dekat. Lahan seluas 4,49 hektare di TBRS akan dipoles dengan desain baru perencanaan dan hutan kota di sisi selatan TBRS. Banyaknya tanaman hijau di TBRS menjadi prinsip untuk tetap melestarikan kawasan hijau.