Guru SMK 3 Penampar Siswa Hanya di SP 1

626
POLISIKAN GURU : Kuasa hukum pelapor, Deo Hermansyah, menunjukkan surat pelaporan terkait dugaan penganiayaan oknum guru kepada siswa di SPKT Polrestabes Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POLISIKAN GURU : Kuasa hukum pelapor, Deo Hermansyah, menunjukkan surat pelaporan terkait dugaan penganiayaan oknum guru kepada siswa di SPKT Polrestabes Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Oknum guru SMK Negeri 3 berinisial P yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya terancam mendapatkan sanksi tegas. Pun dengan siswa yang dianiaya lantaran diduga menyimpan video porno  juga terancam sanksi.

Kepala SMK Negeri 3 Semarang, Almiati, mengaku  sudah mengambil tindakan atas insiden yang berujung laporan polisi tersebut. Pihaknya bersama bagian kesiswaan termasuk oknum guru yang bersangkutan telah mendatangi rumah orangtua C, 16, siswa kelas 2 Jurusan Kelistrikan, warga Jalan Arumsari, Kelurahan Sambiroto Tembalang.

“Kami sudah ke orangtuanya. Sudah bertemu dan sebetulnya sudah terselesaikan. Sudah memaafkan. Anaknya juga malah mengidolakan gurunya tersebut, karena memang guru itu open sekali dengan siswa. Dan guru ini memang aktif mengurusi para siswa,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Diakuinya, permasalahan itu menjadi bahan evaluasi ke depannya dalam memberikan pendidikan terhadap para siswanya. Pihaknya juga akan melakukan upaya untuk meminimalisasi kekarasan terhadap siswanya.

“Kita berusaha mengajar dengan hati. Nanti sewaktu-waktu kita agendakan untuk sidak HP.  Sekarang ini dampaknya anak-anak membawa HP sampai gak memperhatikan pelajaran. Sehingga kalau pelajaran, HP dikumpulkan di depan,” katanya.

Terkait sanksi, Almiati mengaku sanksi sudah dicantumkan di tata tertib sekolah, bahwa dilarang membawa HP berisi pornografi. Sehingga pihaknya pun bisa mempermasalahkan hal ini dengan alasan sudah ada aturan dari sekolah dan disosialisasikan kepada para siswa.