Cara Membangun Karakter Anak

463
Oleh: Anita Verawati SPd
Oleh: Anita Verawati SPd

RADARSEMARANG.COM, PERAN keluarga dalam pembentukkan karakter anak merupakan hal yang terpenting. Seperti kata mutiara yang berbunyi “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” yang bermakna bahwa perilaku anak sebagai cermin perilaku orangtua. Karakter anak sudah muncul di dalam kandungan ibu sejak usia 3 bulan. Anak sudah dapat merekam semua peristiwa, pengalaman, suara dan emosi yang di alami ibunya.

Pada mulanya anak selalu belajar dari lingkungan terdekatnya, yaitu orangtua. Anak menyerap berbagai informasi yang dihadapinya baik perkataaan, sikap  dan apa saja yang tertangkap panca indra yang anak miliki, tidak di sadari orangtua. Semua dilakukan melalui proses, tidak tiba-tiba terjadi langsung melalui tahapan.

Usia 3-5 tahun sebagai pembentukkan karakter bagi anak. Peran keluarga lebih utama dalam membimbing dengan wujudnya berupa perilaku, watak dan karakter. Pengembangan moral sebagai dasar membangun karakter anak dengan memperhatikan sifat anak itu sendiri. Anak masih menggunakan organ sensorinya, daripada perasaan yang digunakan orang dewasa.

Anak usia dini belum dapat mencerna dengan baik  apa yang anak lihat, dengar  dan anak rasakan. Peran orangtua dan guru untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak dengan baik. Adapun cara membentuk karakter anak usia dini yang efektif adalah sebagai berikut:

Pertama, bersikap konsisten. Anak melihat apa yang orangtua lakukan, pembangunan karakter dapat dimulai dari sikap konsisten yang orangtua tunjukkan dan lakukan. Dimana anak akan melakukan apa yang orangtua perintahkan, seperti jangan memakan benda asing, jangan duduk sembarangan dan jangan membuang mainan sembarangan.

Kedua, pendidikan keagamaan. Di mana orangtua berada dan apapun agama yang dianut. Pendidikan akan takut mengenai Tuhan. Orangtua beribadah dan memiliki keyakinan harus ditanamkan dari kecil. Mengajak anak pergi ke masjid.