Sulap Limbah Kayu Jadi Patung Artistik

Sadam Husain, Seniman Desa Wisata Kandri

440
KREATIF : Sadam Husain dengan karya seni kreatifnya yang berasal dari barang bekas, sangat cocok menjadi merchandise dari Desa Wisata Kandri Kota Semarang. (Dokumen Pribadi)
KREATIF : Sadam Husain dengan karya seni kreatifnya yang berasal dari barang bekas, sangat cocok menjadi merchandise dari Desa Wisata Kandri Kota Semarang. (Dokumen Pribadi)

RADARSEMARANG.COM – Jika limbah selalu berakhir di tempat sampah, di tangan Sadam Husain justru menjadi karya seni yang cukup mewah. Bahkan, lewat tangan dinginnya, karya seni dari limbah ini bisa mendulang sejumlah tambahan penghasilan.

SIGIT ANDRIANTO

BERBAGAI bentuk kesenian patung penuh karakter terpampang di galeri Kandri Ethnic, di Desa Kandri. Patung-patung tersebut ada yang menggambarkan kegiatan orang sedang mencangkul, merumput, menarik gerobak dan sejumlah bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Berbagai macam bentuk tersebut, semuanya terinspirasi dari kearifan lokal Desa Kandri, salah satu desa di Semarang yang tengah bergeliat di bidang wisata.

Adalah Sadam Husain, lewat tangan terampilnya, patung-patung yang dihasilkan dari bahan limbah kayu dan lainnya di lingkungan sekitar, sangat cocok untuk dijadikan merchandise.Tidak hanya dalam bentuk satuan, sejumlah patung oleh Sadam disusun menjadi sebuah diorama sehingga mampu menampilkan sebuah kehidupan di desa dengan sangat apik.

”Memang memanfaatkan barang bekas yang kemudian dibuat menjadi karya seni,” jelas pemilik Kandri Ethnic, sebuah wadah yang ke depannya diarahkan untuk menampung kreativitas warga Kandri.

Melalui beberapa sentuhan, kayu bekas tanpa membutuhkan waktu lama sudah dapat diubah menjadi patung karakter yang terlihat cukup mewah. Tak ayal, karya-karyanya ini mampu menarik perhatian sebagian besar wisatawan yang datang ke Desa Kandri.

Sadam memang menginginkan karyanya mampu membantu meramaikan Desa Kandri yang kini tengah bergerak di bidang wisata. Baik wisata alam maupun budaya. Terlebih, dirinya ingin karyanya bisa menarik wisatawan mancanegara yang kebanyakan datang ke Indonesia untuk menacari kearifan lokal.