Harga Properti Relatif Stabil

1112

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kondisi pasar properti residensial di Kota Semarang pada triwulan IV lalu menunjukkan pergerakan yang positif walaupun nilainya tidak signifikan, sehingga dapat dikatakan pertumbuhannya relatif stagnan.

Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan, harga properti residensial di pasar sekunder untuk Kota Semarang pada triwulan IV naik sebesar 0,26 persen bila dibanding triwulan sebelumnya. Kenaikan harga tertinggi terjadi di wilayah Semarang Tengah sebesar 0,36 persen.

Sementara secara tahunan, harga properti mengalami penurunan sebesar -0,26 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berbalik arah dibandingkan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 0,14 persen bila dibanding tahun sebelumnya. “Penurunan harga terjadi di semua wilayah kecuali Semarang Selatan yang masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,29 persen,” ujarnya.

Harga tanah residensial pada triwulan IV tahun lalu juga tercatat mengalami pertumbuhan, baik secara triwulanan maupun tahunan. Harga tanah di pasar sekunder tumbuh sebesar 0,50 persen dibanding triwulan sebelumnya

Secara tahunan, harga tanah mengalami pertumbuhan sebesar 1,08 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan harga tanah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga properti. Adapun kenaikan harga tanah tertinggi secara triwulanan terjadi di wilayah Semarang Barat sebesar 0,73 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara secara tahunan kenaikan tertinggi terjadi di wilayah Semarang Selatan sebesar 2 persen.

Pertumbuhan properti residensial pada triwulan IV 2017 juga terindikasi dari penyaluran kredit konsumsi yang meningkat 9,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan KPR untuk kepemilikan rumah segmen menengah dan menengah atas (rumah tinggal tipe di atas 70) menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen. (dna/ric)