Harga Beras Kerek Inflasi

467

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kenaikan harga beras sepanjang Januari lalu mendorong inflasi yang cukup tinggi di Jateng. Yaitu mencapai 0,88 persen, lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 0,62 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, lima komoditas menjadi penyebab utama meningkatnya inflasi. Yaitu beras, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras dan tarif rumah sakit. “Kelompok beras memberikan andil cukup tinggi pada inflasi Januari. Sepanjang Januari lalu, pasokan beras tidak melimpah karena belum memasuki masa panen raya, sehingga harga di pasaran menjadi tinggi,” ujarnya, kemarin.

Baik beras, cabai rawit maupun cabai merah masuk dalam kelompok komoditas yang sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sehingga upaya menjaga pasokan yang sangat diperlukan, agar tidak mengerek inflasi terlalu tinggi.

“Inflasi ini permasalahan yang perlu segera ditangani dengan baik, karena menyangkut daya beli masyarakat. Jangan sampai harga melaju cepat, sedangkan pendapatan masyarakat tidak dapat mengejar laju tersebut,” ungkapnya.

Inflasi di Jateng ini, lanjutnya, terjadi di semua kota yang disurvey. Tertinggi di Kota Cilacap sebesar 1,33 persen, diikuti Purwokerto sebesar 1,29 persen, Tegal 1,15 persen, Kudus 1 persen, Semarang 0,81 persen dan terendah di Surakarta sebesar 0,55 persen.

Margo menambahkan, selain beberapa komoditas yang mendorong laju inflasi, sepanjang Januari lalu juga terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi. Diantaranya turunnya harga angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, tarif kereta api dan angkutan antar kota. (dna/ric)