DIPUKUL BERULANG : Rekonstruksi kasus pengeroyokan yang berujung dengan tewasnya seorang pelajar MTs Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo. Seluruh adegan dilakukan oleh peran pengganti. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
DIPUKUL BERULANG : Rekonstruksi kasus pengeroyokan yang berujung dengan tewasnya seorang pelajar MTs Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo. Seluruh adegan dilakukan oleh peran pengganti. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Petugas Satreskrim Polres Wonosobo menggelar rekonstruksi pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pelajar MTs Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo. Rekonstruksi yang berlangsung Gedung Serbaguna Polres Wonosobo, Jumat (2/2).

Seluruh adegan dilakukan oleh pemeran pengganti karena seluruh tersangka yang masih pelajar SMP dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena Magelang. Ada 14 adegan diperagakan, sesuai hasil penyidikan kepada para saksi dan para pelaku yang berinisial A, D dan S.

Peristiwa tersebut diawali dari perselisihan antara korban dan pelaku A saat hendak berangkat sekolah. Kemudian peristiwa pencegatan oleh para pelaku di Jembatan Kepodang Ngalian Wadaslintang dilanjutkan pemukulan hingga korban ditolong warga sekitar.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasubbag Humas AKP Marino menuturkan, dari reka adegan tersebut diketahui bahwa korban dipukul bertubi-tubi oleh para pelaku. “Oleh pelaku A, korban ditampar sebanyak 3 kali pada bagian pipi dan dipukul pada bagian dada menggunakan tangan terkepal sebanyak 1 kali hingga terjatuh. Sedangkan oleh pelaku D, ditendang pada bagian dada sebanyak 1 kali dan diinjak pada pergelangan kaki sebanyak 1 kali,” katanya.

“Sementara itu, oleh pelaku S, korban dipukul menggunakan tangan terkepal di bagian dada sebanyak 1 kali. Dua pukulan dan 1 tendangan di bagian dada korban itulah yang kami duga sebagai penyebab kematian korban,” tambahnya.

Dari hasil reka adegan tersebut, korban sempat ditolong oleh teman dan warga sekitarnya sebelum dibawa ke Puskesmas Wadaslintang. “Namun ternyata, nyawanya tidak dapat terselamatkan. Korban menderita sejumlah luka memar pada bagian tubuhnya dan yang terparah pada organ hati dan paru-paru,” lanjut Marino.