Sungai Longsor, 2 Rumah Roboh

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Hujan deras yang mengguyur Kendal beberapa hari ini menyebabkan sejumlah talud di Sungai Kali Blorong longsor. Akibatnya, dua rumah di Desa Kertomulyo RT 02/04 roboh dan talud longsor, lantaran tanahnya terkikis volume air Sungai Blorong yang meningkat.

Dua rumah yang rusak dan ambruk bagian belakangnya adalah milik Maulana, 52, dan Ahmadun, 56. Akibatnya, keduanya kini mengungsi ke rumah sanak familinya karena takut terjadi longsor susulan.

Maulana mengaku rumahnya ambruk dini hari kemarin (1/2). Saat itu, ia beserta anak dan istrinya sedang terlelap tidur. Tiba-tiba dari belakang rumah terdengar suara gemuruh tanah longsor yang diikuti bagian dapur serta kamar mandi yang ambruk. “Kami sekeluarga kaget, langsung bangun dan lari keluar rumah. Kami melihat sekeliling tidak terjadi gempa. Ternyata setelah saya cek, rumah kami roboh akibat talud sungai longsor,” katanya.

Maulana mengaku jika ia sekeluarga memilih mengungsi ke rumah saudaranya. Seluruh barang berharga yang terisa serta pakaian ia kemasi karena sudah tidak berani menempati rumahnya lagi. “Takut jika hujan deras debit Sungai Blorong naik dan terjadi longsor susulan,” tandasnya.

Camat Brangsong, Ahmad Ircham Chalid berjanji akan membuat penahan tanah dari bambu untuk meminimalisasi longsor susulan. Pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal untuk segera dilakukan penanganan. “Kami sudah meminta dibuatkan trucuk (penahan talud dari bambu, Red) agar tidak terjadi longsor lagi. BPBD sendiri sudah memberikan bantuan logistik,” jelas camat.

Sementara warga lainnya membantu dua korban membersihkan puing-puing bangunan yang bisa dimanfaatkan kembali. Longsor talud Sungai Blorong ini selain curah hujan yang tinggi, juga akibat aktivitas penambangan pasir liar di sekitar sungai. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -