RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gugatan terhadap PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) ternyata sudah lima kali diajukan oleh sejumlah penggugat maupun pemohon di Pengadilan Niaga (PN) Semarang. Hal itu dilihat dari informasi website resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Bahkan, diakui oleh Victor Budi Rahardjo selaku kuasa hukum perusahaan yang bergerak di bidang karung plastik kemasan ini.

Gugatan itu meliputi dua kali wanprestasi, sekali perbuatan melawan hukum, permohonan pailit, dan terbaru gugatan PKPU. Namun demikian, atas sejumlah gugatan itu, Simoplas yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut KM 12,9, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang ini, berharap masih bisa terjadi perdafmaian.

“Kalau PKPU dikabulkan, maka gugatan lain-lain bisa gugur. Namun itu khusus yang ke Simoplas, karena tergugat lainnya masih perseorangan,” kata Victor Budi Rahardjo saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (1/2) kemarin.

Diakuinya, kliennya sudah berulang kali mengajukan penawaran perdamaian, namun selalu tak berhasil sehingga berlanjut ke persidangan. “Kami berharap damai, tapi hasilnya tidak tahu. Apalagi sudah ada PKPU jadi tidak ada mediasi. Sebelumnya sudah ada gugatan pailit, kemudian dihentikan karena ada PKPU, tapi semuanya memang kewenangan majelis hakim,” sebutnya.

Dalam website SIPP PN Semarang disebutkan bahwa gugatan permohonan pailit diajukan oleh kreditur PT Simoplas Liem Wibowo Halim melalui kuasa hukumnya Azi Widianingrum. “Apabila majelis hakim yang mengadili perkara pailit berpendapat lain, pemohon pailit mohon putusan yang seadil-adilnya,” kata Liem dalam berkasnya.

Sedangkan, berdasarkan keterangan kuasa hukum PKPU, Eka Windiharto, dari informasi yang dimilikinya terkait perkara gugatan pailit tersebut, PT Simoplas juga memiliki utang kepada para kreditur bernama Benny Soemardjono sebesar Rp 1,2 miliar dan David Hidayat (bos Sidomuncul) sebesar Rp 3,7 miliar.