33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pimpin Apel Kenakan Sarung

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memimpin apel GP Ansor dan Banser se- Kabupaten Cilacap dalam rangka Harlah ke-92 NU, di Alun-alun Majenang, Kamis (1/2). Ganjar mengajak segenap elemen bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengenakan sarung lurik warna kuning dipadu dengan atasan jas hitam, orang nomor satu di Jateng itu meminta GP Ansor dan Banser merapatkan barisan, bergotong-royong dengan seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal Indonesia dari berbagai serangan. “Mari kita bersama-sama menjaga NKRI, karena cita-cita negara tidak hanya untuk besok hari, tetapi untuk selamanya dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” katanya saat menjadi pembina Apel.

Gangguan terhadap NKRI, menurut Ganjar, semakin nyata dengan munculnya kelompok-kelompok yang ingin mengganti sistem dan dasar negara. “Termasuk ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Jika ada pengaruh mengancam keutuhan NKRI, ideologi-ideologi yang tidak sama dengan konstitusi maka Banser terdepan untuk menghadapinya,” tandas Gubernur di hadapan ratusan GP Ansor dan Banser.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, gangguan terhadap NKRI selalu ada. Apalagi sekarang era globalisasi, semua tanpa batas yang jelas. Termasuk nilai-nilai di masyarakat baik bidang sosial, politik, budaya maupun lainnya tidak jelas batasannya. “Cara menjaga agar jadi jelas adalah, apakah itu sesuai dengan ideologi dan dasar negara Indonesia,” katanya.

Menurutnya, jika ada perbedaan pandangan, semua harus berembuk, semua diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat itu asli Indonesia. Bukan justru berkelahi, saling menghujat, fitnah, dan menyebarkan berita bohong atau hoax.

“Saya mewakili masyarakat Jateng, mengucapkan terima kasih kepada Ansor dan Banser yang merupakan sedulur tua, karena dua organisasi ini lahir sebelum Indonesia merdeka, dan lebih tua dari partai politik yang ada sekarang,” tegasnya. (amh/ric)

Berita sebelumyaDishub Belum Siap Kir Embos
Berita berikutnyaRamah Difabel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pemkab Transfer Membatik ke NTT

RADARSEMARANG.COM, KAJEN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menjalin bekerja sama dengan Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bidang UMKM. Yakni dalam bidang kerajinan...

Kabupaten Kampar Ingin Tiru KIK

KENDAL–Bupati Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Aziz Zaenal ingin mendirikan kawasan industri di wilayahnya sebagaimana Kawasan Industri Kendal (KIK). Mengingat, Kampar memiliki kebun kelapa sawit...

Aesthetic Ginekologi RSIA Anugerah, Pertama di Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Metode aesthetic kian berkembang. Dulu hanya digunakan untuk bagian wajah, sekarang bisa digunakan untuk bagian intim kewanitaan. Sesuai namanya, metode ini bisa memperbaiki...

Pasar Andong Segera Ditempati

SALATIGA – Pemkot melalui Dinas Perdagangan bersama Paguyuban Pedagang Pasar Andong telah menyeleksi 160 pedagang yang akan berjualan di pasar tersebut usai direnovasi. Namun...

Kasus Sabu Tertinggi di Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 782,169 gram barang bukti sabu berhasil diamankan Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang dalam kurun waktu setahun ini. Sabu menjadi...

Terus Belajar Alquran

WONOSOBO - Sebanyak 292 wisudawan dan wisudawati Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo menjalani prosesi wisuda di Gedung Sasana Adipura, Senin (15/5). Dalam wisuda yang...