DISKUSI - Dandim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Adinugraha saat menggelar coffee morning bersama bersama tokoh masyarakat Batang dan media, di aula Kodim 0736, Jumat (2/2). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI - Dandim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Adinugraha saat menggelar coffee morning bersama bersama tokoh masyarakat Batang dan media, di aula Kodim 0736, Jumat (2/2). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kesan Batang yang seram karena berada di pantai utara Jawa ternyata tidak terbukti. Batang ternyata warganya guyup rukun, dan jarang terjadi konflik. Hal tersebut yang berkesan di benak Dandim 0736 Batang Letkol Infanteri Fajar Adinugraha, yang masa tugasnya segera berakhir bulan ini.

“Orang luar menganggap Batang banyak konflik, namun selama dua tahun saya di Batang suasana sangat kondusif,” ujarnya saat menggelar coffee morning bersama bersama tokoh masyarakat Batang dan media, di aula Kodim 0736, Jumat (2/2).

Hal tersebut kata Fajar, terbukti saat dirinya bertugas mengamankan pemilu tahun lalu. Pihaknya sangat terbantu oleh masyarakat dan instansi lainnya termasuk kepolisian. Tidak ada yang namanya kerusuhan saat pilkada tahun lalu, masyarakat sangat membantu menciptakan suasana kondusif.

“Saking kondusifnya Batang, bahkan mendapat penghargaan daerah yang paling kondusif di seluruh Indonesia saat Pilkada 2017 kemarin. Dan ini harus terjaga pada pemilu tahun ini,”harapnya.

Untuk itu Letkol Fajar mengimbau agar sinyal kerukunan terus ditingkatkan. Jangan sampai kerukunan di Batang terusik, sinyal kerukunan dan keamanan harus terus ditingkatkan, apapun yang mengganggu Batang harus ditangani bersama-sama.

“Guyub rukun ini harus terus dipertahankan, agar Batang semakin maju dan berkembang,” tandasnya. (han/lis)