Lukisan yang Instagramable, Sudah Dijual Hingga Makassar

Dyny Izzaty, Warga Tengaran yang Hobi Melukis di Talenan

687
KREATIF: Dyny Izzaty dan karya lukisnya dengan media talenan. (DOKUMEN PRIBADI)
KREATIF: Dyny Izzaty dan karya lukisnya dengan media talenan. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Talenan atau kayu yang dipakai sebagai tatakan meracik sayuran atau daging di dapur, ternyata bisa menjadi media melukis. Ini seperti yang dilakukan Dyny Izzaty. Bahkan, karya gadis yang tinggal di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini telah dipasarkan. Seperti apa?

Anifatuz Zahra

MELUKIS bisa dilakukan di media apa saja. Di atas kertas, kain kanvas, tembok,  termasuk melukis di talenan kayu. Dyny Izzaty yang hobi melukis sejak kecil mengaku muncul  ide melukis di talenan berawal dari tugas membuat kenang-kenangan di organisasi yang diikuti. Atas usulan senior di organisasi kampusnya, membuat mahasiswa Jurusan Seni Rupa ini ketagihan membuatnya.

“Ada kakak tingkat yang usul bikin lukisan di talenan, habis itu keterusan” ujar gadis kelahiran Kabupaten Semarang, 30 Oktober 1996 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Perasaan bahagia Izza –sapaan akrabnya–ketika melukis, membuat mahasiswa tingkat akhir ini tak ragu  mengambil gambar hasil karyanya, kemudian mengunggah di Instagram dan WhatsApp.  Gambar dan bentuk talenan lukis yang diunggah di Instagram pun beragam. Mulai dari gambar kartun bertoga, wedding, kaligrafi dan sebagainya, menarik para mahasiswa untuk dijadikan sebagai hadiah graduate, ulang tahun, souvenir dan kado pernikahan. Desain gambar yang lucu dan menggemaskan, ditambah plastik bening dan pita, membuat talenan tampak manis.

Setiap gambar yang ditawarkan, memiliki harga Rp 35 ribu-Rp 75 ribu. Harga tergantung dari warna dan tingkat kesulitan membuat gambar. Ketika momen wisuda datang, banyak mahasiswa mencari talenan lukis untuk dijadikan gift. Keuntungan yang didapatkan, bisa berlipat dari hari biasa. “Kalo lagi musim wisuda, bisa berkali-kali lipat,” ujar perempuan berwajah oriental ini.

Meski tak seberapa, bisnis yang dijalani sejak 2017 lalu ini sudah menarik 30 pembeli yang berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Jakarta, Kartasura, Klaten, Karanganyar, Jogja, Bandung, dan Makassar. Di antara mereka bahkan sudah ada yang jadi pelanggan.