RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Komisi D DPRD Kendal akan mengkaji ulang kenaikan tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. Apakah kenaikan tersebut, memberatkan warga atau tidak dan sudahkah diimbangi dengan peningkatan pelayanan. “Jangan sampai kenaikan tarif, justru memberatkan warga dan pelayanan,” kata Anggota Komisi D, Sulistyo Ari Bowo, Kamis (1/2) kemarin.

Selain itu, katanya, Komisi D akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD dan Puskesmas di Kendal. Perihal waktunya, Ari enggan membeberkan dengan alasan ingin melihat kondisi real pelayanan RSUD dan Puskesmas di Kendal.

“Kenaikan tarif lebih dari 100 persen, sangat memberatkan warga yang selama ini menginginkan pelayanan kesehatan murah dan kualitas baik. Tapi penentuan harga ini, tentunya melalui kajian, makanya akan kami lihat apakah sesuai kebutuhan atau tidak,” tandasnya.

Ketua DPD PKS Kendal ini juga mengharapkan pelayanan Puskesmas ditingkatkan. Apalagi nantinya akan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola secara mandiri tanpa bantuan anggaran pemerintah.

“Perubahan ke BLUD ini harusnya bisa jadi kesempatan bagi puskesmas untuk berkembang. Sebab semua layanan, termasuk obat diberikan hak untuk mengelola secara mandiri. Jika pelayanan tidak diperbaiki, masyarakat akan lari dan memilih klinik-klinik kesehatan swasta,” tandasnya.

Sementara Anggota DPRD Kendal lainnya, Masrijah enggan memberikan komentar terkait kenaikan tarif. Politisi PAN itu tidak bergeming meski biaya layanan RSUD Kendal naik lebih dari 100 persen.