Generasi Cerdas Jadi Benteng Negara

387
Oleh: Asih Yuniati, SPd, MMPd
Oleh: Asih Yuniati, SPd, MMPd

RADARSEMARANG.COM – PEMUDA Atau generasi muda pada sebuah kelompok masyarakat atau negara, merupakan benih-benih harapan bagi generasi sebelumnya dalam mencapai tujuan bersama di masa yang akan datang. Medidik pemuda atau generasi muda merupakan tanggung jawab bersama semua komponen masyarakat bersama dengan Pemerintah dalam rangka mempersiapkan generasi penerus yang andal dan bertanggung jawab.

Mencerdaskan bangsa adalah sebuah amanat yang tertulis dalam Undang-Undang Dasar Negara, tentu dalam hal ini wajib untuk selalu dilaksanakan di seluruh penjuru tanah air.  Pendidikan formal menjadi sarana utama dalam proses belajar mengajar, dimulai sejak pendidikan di tingkat dasar hingga perguruan tinggi.  Pendidikan non formal pun juga punya peran yang sangat penting dalam rangka ikut membekali pengetahuan bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri terjun di kehidupan bermasyarakat.

Kita tentu tidak menginginkan bangsa ini mengalami kemunduran bahkan kembali dalam cengkraman bangsa lain. Kita bisa belajar dari masa lalu atau pun pengalaman pengalaman pahit yang dialamai oleh bangsa lain yang karena terlalu percaya dengan kekuatan fisik saja.

Mendidik bangsa atau membangun manusia seharusnya di lakukan sebelum membangun apapun.  Itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa yang ada di dunia ini. Peradaban yang kita miliki harus tetap kita bentengi dan kita jaga.  Budaya dan peradaban asing yang masuk harus selalu diseleksi dan dibatasi dan jangan sampai menggeser peradaban yang kita punya.

Meningkatkan mutu pendidikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Peran Guru tidak boleh diabaikan.  Memberikan motifasi dan semangat, penghargaan, serta jaminan kehidupan yang lebih baik bagi tenaga pendidik selalu diperhatikan dan lebih ditingkatkan. Pendidik jangan dialihkan perhatiannya dan konsentrasinya dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata,  hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik,  hingga semua siswa justru meremehkan dan mengabaikan keberadaannya.