Genangan Air Tercemar Limbah

Sembilan Kelurahan Terendam Banjir

498
TERENDAM: Lingkungan Kelurahan Pasirkratonkramat yang terendam banjir dan limbah batik. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERENDAM: Lingkungan Kelurahan Pasirkratonkramat yang terendam banjir dan limbah batik. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Rabu (31/1) malam  hingga Kamis (1/2) pagi mengakibatkan sembilan kelurahan terendam banjir dan rob.

Tak hanya itu, duka warga Pekalongan yang terkena dampak banjir semakin dalam, ketika genangan air juga mengandung limbah batik. Sehingga air semakin keruh dan berbahaya bagi kesehatan.

“Air banjirnya kalau pagi biru, siang merah, sore kuning, ini dari limbah batik. Selain semakin kotor juga pasti beracun,” ucap MD Thuail, warga Kelurahan Pasirkratokramat Kecamatan Pekalongan Barat yang sudah beberapa hari ini jadi korban banjir.

Ditambahkan Thuafil, daerahnya sudah beberapa hari ini terendam banjir. “Seminggu ini belum surut, malah semakin deras pada Rabu malam (31/1) membuat ketinggian air,dari sebelumnya satu mata kaki kini air sampai betis kaki orang dewasa,” sambungnya.

Warga korban banjir juga mengeluhkan kurangnya ketersediaan air bersih. Selain air sumur semakin tercemar dengan banjir, rob dan ditambah limbah batik. Pasokan air dari PAM setempat juga mati total, sehingga warga sangat kesulitan dalam aktifitas.“Kami semakin tersiksa, karena sudah tiga hari ini air PAM mati total, kami sangat kesulitan air bersih,untuk kebutuhan konsumsi dan mandi,” ucapnya.

Bahkan kata, Thufail, keluarganya harus mengungsi ke kantor tempat bekerja untuk sekedar mandi dan buang hajat. Sehingga berharap, penderitaan tersebut segera berakhir, minimal air PAM bisa nyala lagi.