Warga Pekalongan Terkepung Banjir Penuh Limbah

353
TUNGGU SURUT- Lingkungan Kelurahan Pasirkratonkeramat yang terendam banjir dan limbah batik. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNGGU SURUT- Lingkungan Kelurahan Pasirkratonkeramat yang terendam banjir dan limbah batik. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Rabu malam (31/1) hingga Kamis pagi (1/2) mengakibatkan sembilan kelurahan terendam banjir dan rob. Duka warga Pekalongan yang terkena dampak banjir semakin dalam, ketika genangan air juga mengandung limbah batik. Sehingga air semakin keruh dan berbahaya bagi kesehatan.

“Air banjirnya kalau pagi biru, siang merah, sore kuning, ini dari limbah batik. Selain semakin kotor juga pasti beracun,” ucap MD Thuail warga Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat,yang sudah beberapa hari ini jadi korban banjir Pekalongan, Kamis (1/2).

Ditambahkan Thuafil, daerahnya sudah beberapa hari ini terendam banjir. Seminggu ini belum surut, malah ditambah hujan deras pada Rabu malam membuat ketinggian air, dari sebelumnya satu mata kaki kini air sampai betis kaki orang dewasa.

Dan yang menyedihkan warga kekurangan air bersih. Selain air sumur semakin tercemar dengan banjir, rob dan limbah batik, pasokan air dari PAM setempat mati total. Akibatnya, warga sangat kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari.

“Kami semakin tersiksa, karena sudah 3 hari ini air PAM mati total. Kami sangat kesulitan air bersih, untuk kebutuhan konsumsi dan mandi,” ucapnya sedih.

Untuk air wudlu pun warga kesulitan. Bahkan kata, Thufail, keluarganya harus mengungsi ke kantor tempat bekerja untuk sekadar mandi dan buang hajat. Ia berharap, penderitaan tersebut segera berakhir, minimal air PAM bisa nyala lagi.

1
2
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here