SEBAR IKAN: Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pekalongan, Sirkan, saat melepas ikan di sungai sengkarang, Kelurahan Kedungwuni, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEBAR IKAN: Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pekalongan, Sirkan, saat melepas ikan di sungai sengkarang, Kelurahan Kedungwuni, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk menjaga dan melestarikan sumber daya air, yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan, bersama warga menebar 580 ribu ikan jenis baung dan ikan nilam di sungai Sengkarang yang ada di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Sragi, Bojong dan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pekalongan, Sirkan, Rabu (31/01) kemarin, mengungkapkan bahwa disebarnya ikan pada sungai di Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Desa Bukur, Kecamatan Bojong,  dan Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, karena ketiga sungai tersebut mempunyai kadar air yang bersih, dan sangat layak untuk pengembangbiakan ikan jenis baung dan nilam.

Menurutnya tujuan utama dari disebarnya 580 ribu ikan tersebut, agar sumber daya air yang ada di sungai tersebut terjaga, serta meningkatkan produktivitas jumlah ikan, dan pendapatan masyarakat di sekitar sungai.

“Ikan yang kita sebar pada sungai di Kecamatan Kedungwuni, Bojong dan Sragi, karena kualitas sungainya bagus dan untuk menjaga sumber daya dan habitat dari sungai tersebut,” ungkap Sirkan.

Sirkan juga mengatakan bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pekalongan sebelumnya juga melepaskan 500 ribu ikan nilam dan baung, di Bendungan Gembiro, Desa Bukur, Kecamatan Bojong, yang tujuannya juga untuk melestarikan sumber daya air di Bendungan Gembiro.

Menurutnya khususnya untuk bendungan Gembiro di Desa Bukur, ikan yang baru disebar untuk sementara tidak boleh ditangkap, dengan menggunakan jaring ikan, namun boleh untuk dipancing.

“Setahun sekali ikan yang ada di Bendungan Gembiro, dengan harpan ikannya sudah besar dan jumlahnya sudah banyak. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat, dan hasil tangkapan bisa dijual dengan harga bagus,” kata Sirkan.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pekalongan, seharusnya belajar banyak terhadap kabupaten yang mempunyai usaha ikan tawar. Sehingga Kabupaten Pekalongan kedepan mempunyai usaha ikan air tawar, yang bis dibudidayakan.

“Kedepan Kabupaten Pekalongan harus mempunyai budidaya ikan tawar sendiri, yang bisa memberdayakan masyarakat dan berdampak pada peningkatan penghasilan, dan kesejahteraan,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)