GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib apes menerpa perusahaan legendaris, PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut Km 12,9, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Belum usai menjalani sidang gugatan pailit, perusahaan yang bergerak di bidang karung plastik kemasan, ini, kembali menjalani sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

Menariknya, gugatan PKPU tersebut diajukan oleh pemegang saham minoritas PT Simoplas, yakni Edhie Tejo Purnomo dan Adi Gunawan Tejo Purnomo. Keduanya merupakan pemilik saham sekitar 2,3 persen (816 lembar).

Kuasa hukum Edhie dan Adi, Eka Windiharto mengatakan bahwa pihaknya mewakili kedua kliennya mengajukan total permohonan tagihan sebesar Rp 43 miliar. Dengan masuknya gugatan PKPU tersebut, maka gugatan pailit harus dihentikan sementara. Meski demikian, Eka berharap kasus tersebut bisa berakhir damai.

Eka menyebutkan, gugatan tersebut berawal dari Simoplas yang mengalami kesulitan keuangan sejak tahun 2009 sehingga ada rekonstruksi pinjaman PT Bank DBS Indonesia. Namun beberapa kali dilakukan penagihan oleh penggugat PKPU, hasilnya nihil. Mekipun sudah dimediasi oleh Tan Tik Khoen.

“Kami melihat tidak ada niat baik dari PT Simoplas untuk menyelesaikan kewajibannya. Meskipun, para karyawan dan pihak manajemen sudah mendapatkan pelunasan pembayaran,” kata Eka Widhiarto saat ditemui di PN Semarang, Rabu (31/1) kemarin.

Dalam berkasnya, pihaknya meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan permohonannya secara keseluruhan, memberikan PKPU Sementara terhadap Simoplas dengan segala akibat hukumnya serta menunjuk salah satu hakim PN sebagai hakim pengawas.