Palak Driver Online, 2 Oknum Kena OTT

760
TANGKAP TANGAN : Petugas Saber Pungli saat mengamankan dua oknum pungli di kawasan Simpang Lima, kemarin. (Ist)
TANGKAP TANGAN : Petugas Saber Pungli saat mengamankan dua oknum pungli di kawasan Simpang Lima, kemarin. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang berhasil menangkap tangan (OTT) oknum yang melakukan pungli kepada pengemudi taksi online di bawah jembatan penghubung antara mall Matahari dengan mall Ciputra.

Dua oknum tersebut yaitu Rujianto alias Jendol dan Sholikin. Petugas Saber Pungli telah mengamankan uang sebesar Rp 42.000 hasil pungli.

Inspektur Kota Semarang Cahyo Bintarum menyebutkan bahwa kejadian tersebut diawali dari pengaduan masyarakat kepada tim Saber Pungli Kota Semarang. “Modusnya yang bersangkutan menarik uang parkir taksi dan menarik uang kepada setiap pengemudi taksi online yang menaikkan penumpang sebesar Rp 2.000 kepada setiap taksi online di lokasi tersebut,” tandasnya.

Dari hasil penanganan perkara, Jendol mengakui bahwa pungutan terhadap taksi online tidak ada aturan hukum atau payung hukumnya serta izin pengelolaan parkir sudah tidak berlaku sejak Maret 2016 dan belum di terbitkan izin yang baru.

Sementara menurut supir taksi online, Joko Santoso, ia telah membayar Rp 2000 setiap menaikkan penumpang di lokasi tersebut.

Kanit III Tipidkor Ahmad Nurokhim yang tergabung dalam Pokja Penindakan menyebutkan bahwa tersangka telah melanggar Pasal 7 ayat 2 huruf (a) Perda Nomor 1 tahun 2004 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir di tepi jalan umum dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 5 juta.

“Kami telah melakukan sidang terhadap kedua tersangka dan telah mendapatkan putusan pengadilan berupa denda Rp 500 ribu subsider 7 hari kurungan,” terangnya.

Terpisah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi apa yang dilakukan tim Saber Pungli yang telah berupaya mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan transparan. “Saya minta kepada masyarakat untuk terus melakukan pengawasan dan pelaporan terhadap tindakan yang di luar aturan. Sedangkan kepada oknum-oknum yang melakukan praktek pungli untuk dapat mengambil pelajaran ini,” pungkasnya. (sga/zal)