Lebih lanjut Musthofa menegaskan bahwa jamiyyah ini berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Sehingga secara sah sebagai organisasi yang resmi di Indonesia, dengan mengedepankan toleransi.

Selain ngaji, kegiatan sosial dan kepedulian juga menjadi tujuannya. Karena sebagai manusia sudah seharusnya berjiwa sosial dan saling membantu. Tentu ini akan semakin kuat jika terbentuk kepengurusan secara terstruktur. “Termasuk tiap tiga bulan sekali kami beri kesempatan untuk jamaah yang beruntung berangkat umrah. Hingga kini sudah ada tujuh orang yang kami berangkatkan,” tambahnya.

Hingga kini, perkumpulan ini telah memiliki puluhan ribu jamaah dengan ratusan pengurus yang tersebar hingga ke desa. Ke depan akan terus diperkuat dengan pengukuhan pengurus di wilayah RT se-Kabupaten Kudus.

Musthofa juga berpesan kepada seluruh jamaah untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, Kudus ini merupakan milik bersama yang harus dibangun dengan persaudaraan yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.

Salah seorang pengurus pusat H Djunaedi mengaku bahwa terbentuknya Jam’iyyah ini merupakan kesempatan untuk berbuat dan beramal salih. Karena menurutnya sangat besar manfaat jamiyyah ini. Bukan hanya pengurus dan anggota, namun seluruh umat dan masyarakat. “Kami sebagai pengurus tentu juga mengajak seluruh jamaah dengan amar ma’ruf nahi munkar,” kata Djunaedi.(lil/aro)