SYIAR ISLAM: Bupati Kudus H Musthofa saat pengukuhan korwildes Jamiyyah Yasin Fadhilah H Musthofa Kecamatan Jati di Graha Mustika Getas Pejaten, Selasa (30/1). (JPG)
SYIAR ISLAM: Bupati Kudus H Musthofa saat pengukuhan korwildes Jamiyyah Yasin Fadhilah H Musthofa Kecamatan Jati di Graha Mustika Getas Pejaten, Selasa (30/1). (JPG)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Musthofa berharap suasana religiusitas di Kudus kembali marak. Untuk itulah dia akan menyiapkan kendaraan yang akan berkeliling untuk pemberitahuan seluruh masyarakat ketika datang waktu salat. Yakni, bergegas untuk melaksanakan salat dengan meninggalkan pekerjaan sejenak.

”Termasuk waktu magrib, akan kami galakkan gerakan mematikan TV dan HP. Sehingga suasana anak-anak mengaji di musala dan masjid kembali marak sebagai syiar Islam,” ujar Bupati Kudus H Musthofa saat pengukuhan korwildes Jamiyyah Yasin Fadhilah H Musthofa Kecamatan Jati yang berlangsung di Graha Mustika Getas Pejaten, Selasa (30/1).

Pengukuhan ini untuk memperkuat organisasi yang diketuai Musthofa selaku Ketua Umum Jam’iyyah. Tentu hal ini menegaskan Kudus sebagai kota santri, kota religius yang penuh toleransi.

Suasana kondusif penuh persaudaraan inilah yang telah terbangun dengan baik tetap dipertahankan oleh Bupati Kudus H Musthofa. Selama memimpin Kudus dua periode ini, dia terus menjalin ikatan persaudaran seluruh masyarakat.

Jam’iyyah Yasin Fadhilah H Musthofa ini telah dimulai dengan ngaji bareng sejak 2014 lalu. Jamiyyah ini secara hukum, resmi terbentuk kepengurusan tingkat pusat dan korwilcam dengan pengukuhan pada akhir 2017 lalu.

“Kita sebagai jamaah adalah dengan niat Lillahi Taala. Jangan ada niatan lain selain ngaji bareng niat karena Allah SWT. Siapapun boleh bergabung, dan organisasi ini tidak terkait urusan politik,” pesan Musthofa.