MTs Al Uswah Siap Diklarifikasi Ombudsman

Klaim Sesuai Prosedur

849

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pihak MTs Al Uswah Kecamatan Bergas mengaku siap menghadapi klarifikasi pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh orangtua mantan siswanya yang bernisial ENK.

Kepala MTs Al Uswah Bergas, Mahendra Nova Wijaya, mengklaim jika diserahkannya kembali ENK kepada orangtuanya sudah sesuai prosedur sekolah. “Pada dasarnya kami siap diklarifikasi. Kabarnya kami diadukan ke ORI Jateng,” katanya, Rabu (31/1) kemarin.

Sebagaimana diketahui, pihak keluarga ENK, Rabu (31/1) kemarin, melaporkan pihak MTs Al Uswah ke ORI Jateng. Dalam pelaporan tersebut, pihak sekolah dinilai sengaja mengeluarkan ENK dari sekolah tanpa alasan jelas. “Kami juga dinilai menyalahi wewenang,” ujarnya.

Kendati begitu, pihak sekolah enggan disebut mengeluarkan ENK, tapi mengembalikan ke orangtua supaya melanjutkan pendidikan lagi tidak di MTs Al Uswah. Pasalnya, di sekolah yang ia pimpin ada tiga aturan untuk memutasi siswa. Antaralain mutasi karena pindah sekolah, mutasi karena pengunduran diri, dan mutasi siswa karena sebab khusus. “Untuk ENK, tergolong mutasi karena sebab khusus,” katanya.

Sebab khusus yang ia maksud yaitu catatan dari sekolah tentang semua perilaku ENK saat masih menjadi siswa MTs Al Uswah. Sebelum dikembalikan ke orangtua, lanjutnya, pihak sekolah sudah melakukan pemanggilan terhadap orangtua yang bersangkutan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan EK selama bersekolah di MTs Al Uswah.

Ketika guru Bimbingan Konseling (BK) melakukan studi kasus, ENK kemudian menulis surat pernyataan, dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun. Adapun poin pengakuan yang dituliskan, ia sudah beberapa kali membonek (menumpang angkutan bak terbuka). Selain itu, dalam surat pernyataan yang tertulis pada 14 September 2017 lalu, ENK juga mengonsumsi pil beberapa kali. Bahkan, minum minuman keras, menyemir rambut, dan sering mengonsumsi obat batuk dicampur obat antimabuk serta kopi. “Surat bersama beberapa salinan surat panggilan orang tua seluruhnya tersimpan rapi di sekolah. Kami tidak mengeluarkan, melainkan mengembalikan ke orang tua agar ENK bisa melanjutkan pendidikan bukan di MTs Al Uswah Bergas,” ujarnya.