Jalan Thamrin Kembali Dua Arah

849
MEMBINGUNGKAN : Setelah melalui berbagai evaluasi, Jalan Thamrin dikembalikan dua arah. Kondisi tersebut membuat pengendara harus beradaptasi lagi. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
MEMBINGUNGKAN : Setelah melalui berbagai evaluasi, Jalan Thamrin dikembalikan dua arah. Kondisi tersebut membuat pengendara harus beradaptasi lagi. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Setelah 10 bulan diberlakukan kebijakan satu arah, Jalan Thamrin Semarang akhirnya dikembalikan menjadi dua arah. Khususnya mulai perempatan (traffic light) Taman Pandanaran hingga perempatan Jalan DI Panjaitan (Kampang kali).

Alasan dikembalikannya Jalan Thamrin dua arah, karena berdasarkan hasil kajian beban jalan Pandanaran menuju kawasan Simpang Lima Semarang kian krodit. Sebab, di Jalan Pandanaran sering terjadi antrean kendaraan hingga berjubal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (31/1), merupakan hari pertama diberlakukan sistem dua arah di ruas jalur tersebut. Sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang melakukan penataan rambu-rambu dan mengatur lalu-lintas. Termasuk memasang pembatas jalan portabel.

Sejumlah pengendara tampak kebingungan, karena banyaknya petugas yang mengatur lalu lintas. Pengendara dari arah Jalan Batan tidak diperbolehkan belok ke kanan menuju Jalan Thamrin arah Jalan Pandanaran. Hingga sore, pemberlakuan jalan dua arah tersebut belum maksimal. Tampak mengular deretan mobil dari arah Jalan Thamrin hingga tersumbat.

“Jalan Thamrin mulai perempatan Taman Pandanaran hingga perempatan Jalan DI Panjaitan kami kembalikan menjadi dua arah,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan, Rabu (31/1).

Dijelaskannya, dikembalikannya kebijakan dua arah ini berdasar dari hasil kajian beban jalan di Jalan Pandanaran menuju kawasan Simpang Lima sering terjadi antraen kendaraan yang panjang. “Sehingga membutuhkan akses lain untuk memecah arus lalu lintas,” katanya.

Salah satu strategi rekayasa lalu-lintas yang memungkinkan adalah memberlakukan Jalan Thamrin dua arah. “Ini untuk mengurangi beban dari Simpang Lima, saat ini cukup sangat berat, yakni pertemuan arus dari Jalan Pahlawan mengakibatkan antrean kendaraan hingga Jalan Pandanaran,” ungkapnya.

Wakasatlantas Polrestabes Semarang Kompol Sumiarta mengatakan pemberlakuan Jalan Thamrin dua arah ini diperlukan mengingat beban jalan di Jalan Pandanaran semakin padat. “Harapannya bisa berfungsi memecah keramaian arus lalu-lintas. Sehingga beban di Jalan Pandanaran bisa berkurang,” katanya.

Hingga dua minggu ke depan, lanjut Sumiarta, akan terus dipantau untuk memastikan keberhasilan siklus rekayasa lalu-lintas. (amu/zal)