Prasetyo Aribowo (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Prasetyo Aribowo (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Minat investor menanamkan modal di Jateng cukup tinggi. Realisasi investasi Jateng tahun 2017 tercatat sebesar Rp 51,54 triliun. Jumlah itu mencapai 124 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 41,7 triliun. Investasi di Jateng tahun lalu didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar  Rp 31,67 triliun (61,4 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 19,86 triliun (38,5 persen).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan jumlah PMA cenderung naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 37 persen. Sementara PMDN turun dari tahun sebelumnya yang besarnya 63 persen. “Sektor yang mendominasi kinerja investasi PMA adalah Listrik, Gas, dan Air sebesar US$ 1.079.114, Industri Lainnya US$ 377.427, Industri Kayu US$ 269.077, Industri Kulit, Barang dari kulit dan sepatu US$ 189.543, dan Industri Tekstil US$ 145.041,” katanya.

Sedangkan tenaga kerja yang diserap tahun 2017 sebesar 129.240 orang. Sementara pada 2016 sejumlah 175.212 orang sehingga terjadi penurunan sebesar 26,4 persen.

Prasetyo mengatakan nilai realisasi investasi tahun 2017 merupakan rilis resmi yang dikeluarkan pemerintah pusat. “Para pengusaha PMA/PMDN langsung memberikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) langsung kepada BKPM RI melalui sistem aplikasi online,” ujarnya.

Selama 2017 lanjutnya, total proyek investasi PMA di Jateng sebanyak 955 buah dengan penyerapan tenaga kerja asing 716 orang dan tenaga kerja Indonesia 83.204 orang. Kabupaten Jepara selama 4 triwulan berturut-turut menempati urutan pertama realisasi investasi PMA dengan nilai investasi US$ 1.042.725.70 dengan jumlah proyek 160 buah. “Sedangkan negara asing yang paling banyak berinvestasi di Jateng adalah Jepang dengan 77 proyek dan nilai investasi US$ 1.123.898.80,” ungkapnya

Dikatakannya, perolehan nilai investasi PMDN 2017 tertinggi ditempati sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, tekstil, industri makanan, dan jasa lainnya. “Untuk proyeksi 2018, kami masih mengandalkan sektor energi dari beberapa proyek yang masih belum tuntas. Diantaranya PLTU Batang, Cilacap, dan Jepara. Juga dari industry tekstil dan alas kaki,” paparnya. Dia menambahkan jumlah target investasi yang dipatok untuk Jateng tahun ini belum turun dari pemerintah pusat. Namun Prasetyo memprediksi jumlahnya sekitar Rp 44 triliun – Rp 45 triliun. (ric)