Indrawati Shock, Terancam Diamputasi Salah Satu Kakinya

Indrawati dan Oky Yudi Satriyo, Ibu-Anak Korban Kecelakaan Hanoman

459
DIRAWAT INTENSIF: Oky Yudi Satriyo dijaga ayahnya, Wahyudiono, di ruang UGD RSUP dr Kariadi, kemarin. (M RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRAWAT INTENSIF: Oky Yudi Satriyo dijaga ayahnya, Wahyudiono, di ruang UGD RSUP dr Kariadi, kemarin. (M RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Ibu dan anak korban kecelakaan dramatis yang melibatkan truk tronton dan tiga sepeda motor di pertigaan Hanoman, Selasa (30/1), lalu masih dirawat di UGD RSUP dr Kariadi. Yang menyedihkan, keduanya terancam diamputasi kakinya akibat hangus terbakar dan tergencet.

M HARIYANTO

OKY Yudi Satriyo tergolek lemah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) khusus anak RSUP dr Kariadi. Bocah 8 tahun ini dijaga oleh ayahnya, Wahyudiono. Sedangkan ibunya, Indrawati, dirawat intensif di ruang tindakan UGD tanpa ditunggui. Siang kemarin, tampak dua bulik Oky keluar dari ruang perawatan Indrawati.

Mbak Indrawati masih shock. Berkali-kali nangis, dan menanyakan kondisi Oky,” kata Giyanti kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Giyanti mengatakan, saat kejadian kakak iparnya itu dalam perjalanan hendak berjualan. Biasanya dia berjualan di kompleks balai kota dan sejumlah kantor pemerintahan. Dari rumah di Sidorejo RT 3 RW 3 Kelurahan Tambangan, Mijen, Giyanti memboncengkan anaknya naik motor Honda Supra nopol H 4878 YW.

“Kemarin, semua jualannya berserakan di jalan. Ada jagung rebus, kacang rebus, telo, kolak dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Giyanti, selama ini anak semata wayangnya itu dititipkan dirinya jika Indrawati berjualan. Namun setelah naik kelas 2 SD, anaknya itu kerap diajak. “Biasanya pulang sekolah Oky diajak jualan sama ibunya. Sebelumnya selalu dititipkan ke saya,” ucapnya dengan wajah sedih.