“Kami punya bukti dan print out aliran dana tersebut dari bank yang bersangkutan. Kami pertanyakan untuk siapa saja dana tersebut cair,” tegas Abdillah mewakili rekan-rekannya.

Kepala Desa Sawangan Subeno yang diwakili sekretaris desa setempat, Nasokha selaku ketua panitia tukar guling menjelaskan, bahwa proses tukar guling sudah melalui prosedur dan mekanisme yang ada.

“Kami memang menarik dana tunai, namun untuk kebutuhan desa dan ada buktinya,” jelasnya.

Lanjutnya, dana Rp 150 juta dan Rp 477 juta, ditarik untuk pembelian peralatan dan operasional. Tapi dia membantah mengeluarkan dana ke enam rekening. Pihaknya mengaku hanya sekali transfer Rp 13.228.390.000 untuk pembelian tanah sebagai ganti tanah desa yang terkena tol. Sisa uang juga masih ada di rekening desa.

“Kami mengeluarkan uang berdasarkan ketetapan bupati dan gubernur. Tentang susunan kepengurusan kami sudah bermusyawarah dengan BPD dan kades,” kata Nasokha.

Pertemuan yang dihadiri oleh Muspika Kecamatan Gringsing itu berlangsung tertib meski terkesan agak tegang. Beberapa anggota Koramil dan Polsek Gringsing tampak berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (han/lis)