PROTES -  Warga Desa Sawangan Kecamatan Gringsing saat mempertanyakan aliran dana hasil tukar guling tanah desa yang terkena pembangunan jalan tol di balai Desa Sawangan, Rabu (31/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PROTES -  Warga Desa Sawangan Kecamatan Gringsing saat mempertanyakan aliran dana hasil tukar guling tanah desa yang terkena pembangunan jalan tol di balai Desa Sawangan, Rabu (31/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Merasa pemerintah desa setempat tidak transparan atas ganti untung tanah desa yang terkena proyek tol Batang-Semarang, masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Aset Desa Sawangan (SMPADS) mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi, pada Rabu (31/1).

“Kedatangan kami ke sini, untuk minta sejelas-jelasnya seperti apa aliran dana yang telah diterima sebagai ganti tukar guling tanah bondho desa kami seluas 57.445 m2 yang terkena pembangunan proyek tol Semarang-Batang,” kata perwakilan warga, Abdillah.

Kedatangan mereka, mempertanyakan karena jawaban yang diterima sebelumnya dianggap belum menyangkut seluruhnya. Termasuk di antaranya daftar susunan kepanitiaan tukar guling dan aliran dananya digunakan dan disimpan di mana.

Karena sesuai dengan data yang mereka miliki, dana pengganti tanah desa sebesar Rp 15.111.849.922 sudah cair tanggal 28 Oktober 2016. Kemudian pada tanggal 16-2-2017 ada penarikan dana tunai Rp 150 juta. Tanggal 27-2-2017 ada lagi penarikan Rp 477 juta. Setelah itu rekening ditutup selama empat bulan dan dibuka kembali tanggal 2-8-2017. Pada hari itu juga ada ada aliran dana yang keluar ke 6 rekening berbeda sebesar Rp 4,6 miliar.