PN Eksekusi 52 Lahan dan Rumah Warga

306
KONSINYASI: Sejumlah warga Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum mengais sisa bangunan yang masih bisa terpakai usai dilakukan eksekusi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSINYASI: Sejumlah warga Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum mengais sisa bangunan yang masih bisa terpakai usai dilakukan eksekusi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL- Pengadilan Negeri (PN) Kendal mengeksekusi 52 lahan di Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, kemarin. Hal itu dilakukan setelah tidak ada kesepakatan harga anti rugi lahan tol Semarang-Batang.

Eksekusi dilakukan setelah pemohon Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Tol Semarang-Batang mengajukan pengosongan lahan yang masih dikuasai warga. Tidak ada perlawanan dalam ekseksui tersebut, tapi ratusan aparat keamanan disiapkan di lokasi.

Eksekusi 52 bidang tanah dan bangunan dilakukan dengan alat berat. Dalam hitungan jam, puluhan rumah warga langsung rata dengan tanah. Beberapa rumah warga sudah dikosongkan oleh pemiliknya.

Sedangkan sisa bangunan rumah yang masih bisa dipakai, dipunguti lagi oleh warga untuk dipindahkan ke lokasi yang baru. Meski sudah dibongkar sendiri oleh pemilik, namun sebagian warga meminta ada kenaikan harga ganti rugi yang sudah dititipkan di PN Kendal.

Salah satu warga, Rianah, 47, meminta pemerintah memberikan kebijakan untuk bisa menaikan nilai ganti rugi. Sebab selama ini harga tanah yang sudah dibayarkan dan dititipkan di PN Kendal sebesar Rp 220 ribu permeter.

“Warga sendiri meminta ada kenaikan nilai ganti rugi, karena harga tanah di sekitar sudah mencapai Rp 800 ribu permeternya. Kalau harga sekian, warga dapat apa, untuk beli tanah lagi juga sulit. lalu anak-anak kami nanti tinggal dimana,” keluhnya.