Pemimpin yang Hebat Selalu Mengayomi

152
BUDAYA JAWA : Pemilik Sanggar Sekar Mulya Sri Mulyono secara simbolis menyerahkan wayang kulit kepada Brigjen Pol Indrajit untuk diserahkan kepada dalang Ki Joko Sunarno sebelum pementasan. (IST)
BUDAYA JAWA : Pemilik Sanggar Sekar Mulya Sri Mulyono secara simbolis menyerahkan wayang kulit kepada Brigjen Pol Indrajit untuk diserahkan kepada dalang Ki Joko Sunarno sebelum pementasan. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pentas budaya menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi komponen masyarakat agar tercipta persatuan. Karena budaya bisa mempersatukan masyarakat dan menumbuhkan sikap toleransi.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit menjelaskan, tantangan masyarakat saat ini antara lain mulai lunturnya budaya bangsa. “Budaya bangsa harus dipertahankan dan dilestarikan dan pentas wayang seperti ini bisa menumbuhkan kecintaan kita terhadap seni budaya bangsa,” tutur Indrajit saat menghadiri pentas budaya wayang kulit di Griya Sekarmulya, Tegalrejo, Salatiga, Senin (29/1) malam.

Kegiatan yang diadakan pemilik Sanggar Sekar Mulya Sri Mulyono ini dihadiri beberapa petinggi Polda Jateng, Danrem 073 Makutarama, Dandenpom Salatiga, kepala Dinas Pariwisata Salatiga,Kepala BPN Salatiga dan sejumlah tokoh masyarakat. Gelar wayang kulit ini mementaskan lakon Gondomono Sayemboro dengan dalang Ki H Joko Sunarno.

Menurut Mulyono, pelajaran yang bisa dipetik dari lakon tersebut yaitu sifat pemimpin ksatria yang hebat selalu mengayomi masyarakatnya. “Budaya kita adalah budaya yang adiluhung, maka harus kita uri-uri (dipelihara) dan kita lestarikan. Kalau tidak kita, yang melestarikan siapa lagi,” ujar Mulyono. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here