Oleh : Muhamad Maghfur SSn MPd
Oleh : Muhamad Maghfur SSn MPd

RADARSEMARANG.COM – SERINGKALI orang tua selalu mendorong anak agar dapat mencapai nilai akademik tertinggi. Anak baru dirasa ‘pintar’ bila pelajaran matematikanya mendapat nilai A atau di atas rata-rata. Sedangkan untuk pelajaran seni biasanya tidak diperhitungkan. Akhirnya anak terus dipacu untuk belajar dan hanya mengembangkan potensi otak kirinya saja. Kecerdasan sejati tidak diperoleh hanya dengan mengembangkan salah satu bagian otak saja.

Secara anatomi otak terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian terbesar disebut dengan otak besar dengan dua belahan yang terkenal dengan otak kiri dan otak kanan. Otak kiri berhubungan dengan logika, urutan bahasa angka, angka dan analisa. Sedangkan otak kanan akan aktif bila berhubungan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi.

Orang sering mendapatkan pendidikan secara tidak langsung dalam menciptakan karya seni, karena di dalam setiap karya seni pasti ada pesan atau makna yang disampaikan. Disadari atau tidak, rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan oleh seni merupakan alat pendidikan bagi seseorang. Seni bermanfaat untuk membimbing dan mendidik mental dan tingkah laku seseorang supaya berubah kepada kondisi yang lebih baik dan maju dari sebelumnya.

Jika pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa dalam membantu anak-anak mencapai kedewasaannya, maka tentunya pula seni dapat digunakan sebagai cara dan sekaligus media untuk mendidik anak. Jadi, makna pendidikan dengan menggunakan seni sebagai cara dan sekaligus sebagai sarananya. Sasaran pendidikan seni ada pada sekolah-sekolah umum, dari tingkat pendidikan dasar sampai menengah. Pendidikan seni diberlakukan kepada semua siswa, (berbakat maupun tidak).

Pendidikan seni lebih ditekankan kepada pemberian berbagai pengalaman kesenian sebagai wahana untuk mencapai tujuan pendidikan. Seni berfungsi sebagai media pendidikan. Istilah “seni sebagai media pendidikan” tidak berarti bahwa kegiatan seninya tidak penting (karena dianggap hanya sekadar media).