544 Ribu Orang Belum Rekam e-KTP

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dari sekitar 27 juta penduduk Jateng yang sudah menginjak usia 17 tahun, masih ada 544.480 orang yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Mereka diminta segera melakukan perekaman e-KTP agar bisa berpartisipasi pada Pilkada serentak tahun ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Dispermasdukcapil) Jateng, Sudaryanto menjelaskan, pada 2017 lalu, masih ada sekitar 1,5 juta orang yang belum melakukan rekam e-KTP. Kemudian di akhir tahun, ada 600 orang. Sekarang tinggal 544.480 orang. Itu data per pertengahan Januari 2018,” terangnya, Selasa (30/1).

Mereka yang belum melakukan rekam e-KTP, lanjut Sudaryanto, biasanya adalah perantau, atau pekerja di luar daerah, seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ada juga pelajar atau mahasiswa yang sekolah di luar Jawa.

Mengenai ketersediaan blanko e-TKP, pihaknya memastikan sudah siap. Setiap Senin, selalu mendapat jatah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Memang masih terbatas, tapi stoknya sudah ada. Bisa dicek secara realtime di http://dispermadesdukcapil.jatengprov.go.id/kabkota/stok_blangko_ktpel,” ucapnya.

Meski begitu, dia memaklumi jika petugas pencetakan e-KTP tidak langsung memberikan blanko kepada warga yang baru merekam. Sebab, sesuai aturan, blanko diberikan ‘urut kacang’. Prioritasnya mereka yang sudah melakukan perekaman sejak awal. Kalau yang baru rekam, mungkin baru diberi surat keterangan (suket) sudah melakukan perekaman. Termasuk jika petugas tidak melayani pergantian e-KTP yang sudah rusak.

“Yang sudah pernah melakukan perekaman, bisa diurus di kantor dukcapil terdekat. Jangan menunggu. Memang blanko sudah ada, tapi belum dicetak. Kalau terlanjur dicetak, tidak segera diambil, kan percuma. Jadi harus datang sendiri, membawa suket untuk ditukar blanko e-KTP.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta agar masyarakat punya inisiatif untuk melakukan rekam e-KTP. Tidak perlu dioyak-oyak karena rekam ini merupakan kebutuhan setiap penduduk.

“Ini kan sudah menjadi cerita lama. Terutama saat menjelang Pilkada. Mungkin ada yang lupa, ada yang pindah. Sebaiknya segera merekam agar punya dokumen identitas yang jelas. Biar punya catatan adminstrasi,” terangnya. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -