Tunas Asmara di Puncak Semeru

641
Devtiani Aulia (DOKUMENTASI PRIBADI)
Devtiani Aulia (DOKUMENTASI PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – BAGI yang suka mendaki gunung, menaklukkan Semeru bisa jadi tantangan tersendiri. Butuh perjuangan ekstra untuk menggapai puncak gunung di Jatim ini. Banyak cerita menarik tentang pengalaman pendaki Gunung Semeru. Termasuk bagi Devtiani Aulia.

Admin media sosial Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng ini mendapat tunas asmara di puncak Semeru dari Dwi Ardiyanto Effendy, sosok pria yang kini menjadi suaminya.

Benih cinta memang misterius. Bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Dari pengalaman Devti, kisah cinta muncul dari pengalaman mendaki Semeru pada 2012 silam. “Dia teman waktu di Lekmapala Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dulu, pas muncak bareng, dia ngasih perhatian lebih. Selalu memberi semangat ketika aku ingin nyerah,” tuturnya.

Diceritakan, pendakian paling berat saat di medan pasir. Sebab, jika berhenti melangkah sebentar saja, badannya bakal melorot turun terbawa pasir. “Rasanya, kalau naik lima langkah, melorotnya tiga langkah. Hampir nyerah saat itu. Toh teman-teman juga banyak yang nyerah melewati medan itu. Nah, pas di situ, dia mulai ngasih semangat. Rasanya tenang banget dan jadi yakin kalau bisa sampai puncak,” kenangnya.

Ketika turun, mereka gandengan terus sampai bawah. “Kocaknya, dia sempet ambil bunga dari rumput. Bukan bunga edelweis loh ya. Tapi rumput. Terus bilang, someday will you marry me? Hahaha,” bebernya.

Dia pun sempat percaya tak percaya dengan mitos di tanjakan cinta Ranu Kumbolo. “Dan ternyata, harapan kami sama, ingin bareng-bareng terus. Then, kami bisa terus bersama sampai nikah,” ucapnya sambil tertawa. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here