33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Pemkab Demak Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Kualitas pendidikan dapat terwujud diantaranya karena faktor kualitas gurunya yang memadai.  Untuk itu, guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) misalnya, tetap menjadi kebutuhan penting untuk memenuhi kualitas pendidikan tersebut.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, agar mutu pendidikan berkualitas, maka kemampuan guru juga harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah guru aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Mari kita bentuk kasta baru, yakni kasta manusia pembelajar,” katanya disela kegiatan Workshop Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bidang Pendidikan di Pendopo Kabupaten, Sabtu (27/1). Meski demikian, harapan kualitas pendidikan ini sedikit banyak terbentur dengan kekurangan guru PNS. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Demak, Anjar Gunadi mengatakan, kekurangan jumlah guru PNS menjadi masalah serius. Kondisinya betul betul darurat. Ini juga terjadi di daerah lain. Sebanyak 200 hingga 300 guru PNS pensiun. Hal itu tentu berpengaruh terhadap mutu atau kualitas pendidikan.

Khusus untuk di SD, Demak masih kekurangan sebanyak 1.783 guru PNS. Selain itu, masih terjadi kesenjangan luar biasa antara guru PNS dan wiyata bhakti, baik soal jumlah maupun kesejahteraan. Menurutnya, sudah 6 tahun terakhir tidak ada pengangkatan atau rekruitmen guru PNS. Padahal, yang pensiun terus bermunculan.

Mau tidak mau, untuk mengatasi kekurangan guru PNS ini, pihak sekolah bersama komite mengangkat guru tidak tetap (GTT). Padahal, kata dia, pengangkatan GTT  di sekolah bertabrakan dengan PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

“Dalam PP ini, tidak diperbolehkan mengangkat honorer. Namun, fakta di lapangan, sekolah butuh GTT ini. Karena itu, perlu ada revisi PP 48 itu,” katanya.

Kesejahteraan GTT sendiri di sekolah negeri minim sekali. Sebab, pengangkatan GTT berdasar SK kepala sekolah, bukan Bupati. Jika SK Bupati, sebisa mungkin honor dapat diperjuangkan dari APBD. Tapi, karena SK dari pihak sekolah, maka honor sekadarnya dari sekolah.

Mereka juga sulit dapat sertifikasi. Sebab, syarat dapat sertifikasi adalah  adanya nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). NUPTK pun bisa didapat jika ada SK pengangkatan dari bupati. Dari 3.132 guru PNS tingkat SD, yang sudah bersertifikasi baru 41,14 persen dan 58,96 persen belum bersertifikasi. Anjar berharap, kekurangan guru PNS untuk SD ini segera diatasi pemerintah pusat untuk mengadakan rekruitmen PNS pada 2018 ini.

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, H Sapon MPd menuturkan, data kekurangan guru terus bergerak. Ini karena banyak memasuki masa pensiun. “Guru PNS terus berkurang. Padahal, anak anak butuh belajar. Untuk itu, sekolah memberanikan diri mengisi guru GTT meski dengan segala risiko,”ujarnya. (hib/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...