33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Gunakan Kaleng Bekas, Sudah Dipasarkan Hingga Kalimantan

Mahasiswa Unissula Temukan Alat Pengusir Tikus Ramah Lingkungan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menciptakan alat pengusir tikus dari kaleng bekas. Namanya Kaldio. Bahkan, kini produknya tersebut sudah mulai dipasarkan di wilayah Jateng dan Kalimantan. Seperti apa?

MUHAMMAD ISMAIL LUTFI

TIKUS kerap menjadi momok yang menyebalkan. Tak hanya di lingkungan rumah, tapi juga di areal persawahan. Berhektare-hektare tanaman padi bisa ludes dalam sekejap akibat diserang kawanan tikus. Hal itulah yang memicu tiga mahasiswa Unissula ini menciptakan alat pengusir tikus yang ramah lingkungan. Ketiganya, Sri Wahyuti Hestiningsih (Fakultas Ekonomi Akuntansi), Achmad Arie Prativi (Teknik Elektro) dan Tri Puji Ardianti (Fakultas Ekonomi Akuntansi).

Menurut Achmad Arie Prativi, pembuatan alat pengusir tikus itu berawal saat dosennya memberikan tugas sebagai syarat kelulusan mata kuliah. Ia lantas bekerja sama dengan Sri Wahyuti Hestiningsih dan Tri Puji Ardianti lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hingga tercetuslah ide membuat pengusir tikus dari kaleng bekas. Alat tersebut kemudian diberi nama Kaldio atau kaleng  audio elektrik pengusir tikus ramah lingkungan.

Dijelaskan, cara kerja produk ini cukup simpel. Ia memanfaatkan gelombang ultrasonik  yang frekuensinya sudah diatur untuk  mengusir tikus. Alat ini bisa digunakan  di tempat yang tidak ada jaringan listriknya, namun cukup menggunakan batu baterai. “Sudah diatur dengan gelombang ultrasonik dan frekuensinya. Juga sudah disetting bisa efektif mengusir tikus di radius 10 meter di sekitar Kaldio,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Arie mengakui, sebenarnya sudah ada produk serupa sebelumnya. Namun  alat temuannya lebih canggih. Sebab, produk lain harus menggunakan aliran listrik. Sedangkan Kaldio tidak perlu menggunakan listrik, cukup pakai baterai yang lebih efisien. “Alat ini bisa ditempatkan di mana saja tanpa perlu aliran listrik. Kami cukup memanfaatkan pralon dan kaleng bekas sebagai pembungkusnya,” paparnya.

Hasil temuannya itu lantas diuji coba di laboratorium dan di lapangan. Ia langsung mengujinya di rumah yang banyak tikusnya. “Selesai dibuat langsung saya uji, Mas. Kami menggunakan aplikasi pendeteksi gelombang ultrasonik, multimeter, osciloskop dan langsung dengan tikus. Alhamdulillah berhasil. Tikus langsung menyingkir,” jelas mahasiswa kelahiran Pati ini.

Temuannya itu sudah pernah dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Makassar pada Agustus 2017 lalu. Selain itu, produknya juga pernah diikutkan lomba di Kalimantan, dan dipajang di sejumlah acara pameran. “Kami pernah mengikuti pameran tepat guna di Pekalongan dan di kampus Unissula,” ujar pemuda kelahiran Mei 1997 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kejutan di Perang Dagang

Oleh: Dahlan Iskan “Tunda lagi dulu. Ada perkembangan baru”. Itulah permintaan saya kepada mas Joko Intarto. Yang mengelola disway. Sering terjadi seperti itu. Tulisan sudah saya buat....

Piaggio Indonesia Menutup 2017 Bersama Vespa di 10 Kota Besar

RADARSEMARANG.COM - Guna mengakhiri 2017 yang fenomenal dan yang penuh dengan milestone besar seperti peluncuran Vespa LX dan S 125 i-get; GTS 300 dan...

413 Atlet Ambil Bagian

SEMARANG - Sebanyak 413 atlet bulutangkis usia pradini hingga pemain kelas veteran, ikut ambil bagian dalam kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis USM Lawang Sewu...

Stok Gas Melon Masih Aman

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dinas Perdagangan Kota Salatiga bersama sejumlah agen melakukan operasi pasar di empat kecamatan untuk mengatasi kelangkan elpiji 3 kilogram. Dan kini...

Pembebasan BBN II Kurang Efektif

SEMARANG - Program pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II yang berlaku mulai 21 Agustus-30 November 2017 dinilai kurang efektif. Sebab, pemilik kendaraan bermotor masih...

Gorong-gorong Ambles, Lalu Lintas Macet

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Arus lalu lintas di ruas jalan Kuripan Karangawen macet total akibat gorong-gorong ambles. Lokasi tepatnya berada di depan SDN 3 Karangawen. Gorong-gorong...