Gedung Perpustakaan Pemkab Magelang Jadi Rujukan Ilmu Pengetahuan

523
AJAK MEMBACA : Bupati Magelang Zaenal Arifin saat berdialog dengan anak-anak yang asyik membaca di Perpustakaan Pemkab Magelang di Muntilan, kemarin. (HUMAS PEMKAB MAGELANG)
AJAK MEMBACA : Bupati Magelang Zaenal Arifin saat berdialog dengan anak-anak yang asyik membaca di Perpustakaan Pemkab Magelang di Muntilan, kemarin. (HUMAS PEMKAB MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Tulisan ‘Aku Datang, Aku Baca, Aku Tahu dan Aku Bisa’ yang dipasang di pintu gerbang, menginspirasi dan menjadi semboyan saat memasuki gedung perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang. Perpustakaan megah senilai lebih dari Rp 21 miliar ini menempati areal 8.720 meter persegi di Jalan Raya Yogyakarta – Muntilan. Bangunan itu, menyimpan sekitar 42.724 buku dengan 26.179 judul, meliputi buku tentang ilmu pengetahuan, keterampilan, pemeliharaan hewan, lifestyle atau gaya hidup dan lainnya.

Ada tiga bangunan gedung. Yakni Graha Saba Pustaka atau Gedung Serba Guna yang berfungsi untuk pusat kegiatan masyarakat. Kemudian Graha Pintaka atau Depot Arsip Pemkab Magelang yang berfungsi untuk pengelolaan arsip Pemerintah Kabupaten Magelang, di mana semua arsip milik Pemkab Magelang bisa masuk, serta Graha Wasesa atau Gedung Perpustakaan yang menyimpang berbagai ilmu pengetahuan.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP menyebutkan, perpustakaan merupakan jantungnya dunia pendidikan. Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di perpustakaan, sehingga bisa menggugah literasi masyarakat dalam segala kebutuhan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak sekolah. Sebab dalam perpustakaan, selain disediakan buku-buku, juga terdapat jaringan internet untuk bisa mengakses ilmu pengetahuan.

“Jadi, dengan dibangunnya perpustakaan oleh pemerintah daerah, harus bisa mendorong masyarakat setempat bisa meningkatkan literasi -minat baca- bagi masyarakat. Karena perpustakaan merupakan jendela ilmu pengetahuan, di mana di dalam perpustakaan itu, terdapat berbagai buku yang menyimpan ilmu pengetahuan,” ujar Zaenal Arifin SIP.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan, perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia. Oleh karena itu, perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan ataupun tidak.

Perpustakaan modern ini, selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer). Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi, dan efektivitas proses belajar-mengajar.