RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh orang penting di kecamatan setempat. Dugaan pungli tersebut dilakukan di salah satu kegiatan FKK. Terdapat 10 kelurahan di Kecamatan Ngaliyan, masing-masing dimintai uang Rp 1 juta tanpa alasan jelas.

Tidak hanya itu, istri dari oknum pejabat penting di Kecamatan Ngaliyan tersebut juga meminta dijadikan narasumber dalam kegiatan pelatihan kader FKK, dan diminta memberikan uang transport masing-masing kelurahan Rp 500 ribu.

“Kami sebetulnya sangat keberatan. Tapi kami tidak berani menolak dan akhirnya memberikannya,” kata EW, salah satu kader FKK di Kecamatan Ngaliyan, kemarin.

Adanya dugaan pungli itu, kata EW, sudah dilaporkan ke pihak atasan, yakni kepada Ketua FKK Kota Semarang, Krisseptiana atau Ny Tia Hendrar Prihadi. Tetapi sampai sekarang belum ada respons.

“Uang itu setelah dikumpulkan dari 10 kelurahan, dan diserahkan langsung ke beliau. Yang menyerahkan FKK Kelurahan Ngaliyan dan FKK Kelurahan Gondoriyo,” bebernya.

EW menjelaskan, awalnya, permintaan uang itu disampaikan melalui Kasi Kesos Kecamatan Ngaliyan atas perintah pejabat penting tersebut. Kemudian Kasi Kesos Kecamatan menyampaikan ke Kesos Kelurahan. “Kemudian Kesos itu menyampaikan kepada kami. Katanya untuk dibagi ke beberapa orang yang ada kaitannya di FKK. Setelah kami telusuri, kenyataannya tidak,” katanya.