Pesona Macan Kumbang di Tengah Kebun Teh

856
SERU – Wisatawan berfoto di bawah Curug Macan Kumbang. Untuk menikmati kesejukan curug ini dibutuhkan usaha keras karena harus menempuh jalur yang cukup panjang namun menyenangkan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SERU – Wisatawan berfoto di bawah Curug Macan Kumbang. Untuk menikmati kesejukan curug ini dibutuhkan usaha keras karena harus menempuh jalur yang cukup panjang namun menyenangkan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kabupaten Batang dikenal memiliki banyak air terjun, sehingga pemerintah setempat kini mengklaim dengan sebutan Batang Seribu Curug. Salah satu yang cukup dikenal adalah Curug (air terjun) Macan Kumbang di Desa Pacet Kecamatan Reban.

Untuk menuju curug ini, dibutuhkan perjalanan dengan kendaraan kurang lebih 1,5 jam dari pusat Kota Batang. Melewati jalan provinsi yang sudah bagus, sampai di Kecamatan Reban belok ke kiri di Desa Tambakboyo, kemudian lurus melewati hutan pinus milik Perhutani dan Desa Ngadirejo baru sampai Desa Pacet.

Di gerbang masuk curug, ada lapangan yang cukip luas untuk parkir kendaraan roda 3. Namun jika menggunakan roda dua, bisa melewati jalan petani yang sudah dicor kuat hingga pos terakhir, atau setengah jam sebelum curug. Selama perjalanan ke sana melewati rimbunan lahan teh milik warga. Di pos ini ada tempat parkir, toilet dan aula kecil untuk istirahat.

Dari pos terakhir, pengunjung harus berjalan kaki, melewati tebing, memutari gunung. Naik turun tebing curam dan licin. Di beberapa lokasi sudah dipasang pengaman dari besi. Namun sebagian lagi masih alami. Mendekati air terjun, jalan lebih curam dan licin, harus sangat berhati-hati.

Rasa lelah selama perjalanan, akan terbayar lunas ketika sampai di dasar air terjun setinggi kurang lebih 50 meter ini. Air terjun berundak ini sangat menarik dan indah dipandang. Dengan suasana hijau di sekelilingnya. Air meluncur tidak terlalu deras, karena tidak langsung dari atas. Di bawah air terjun, juga sudah dibuat semacam kolam oleh pengelola setempat. Jika kuat menahan dingin bisa berenang di bawah air terjun tersebut.

Salah satu pengunjung, Mukti, mengatakan sangat senang bisa berkunjung dan berpetualang di Curug Macan Kumbang ini. Selain masih asri, suasana sekitar juga sangat segar.

“Perjalanan tadi sangat mengasyikkan, memang beberapa titik berbahaya, butuh nyali dan tenaga ekstra. Namun tetap menyenangkan karena datang bersama teman-teman,” ucap gadis asal Batang yang kuliah di Jogjakarta ini.

Dirinya merasa punya tanggung jawab untuk turut mempromosikan wisata di daerahnya sendiri. Karena memang cukup bagus, juga layak dikunjungi wisatawan dari luar.

“Kedatangan saya dan teman-teman ke curug ini, memang untuk turut mempromosikan wisata di Batang. Hal ini juga menjadi harapan Bupati Batang dan pemerintah, agar mahasiswa turut mempromosikan wisata lokal,” ucapnya ceria walaupun terlihat capek.

Bupati Batang Wihaji yang juga pernah datang ke Curug Macan Kumbang mengungkapkan kekagumannya. Keindahan alam sepanjang jalan menuju curug sangat mempesona.

“Kebun teh, hutan belantara di sepanjang perjalanan menjadi pemandangan menarik. Ini sangat potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi yang bagus. Jadi Pemkab harus serius mengembangkannya” kata bupati muda ini.

Ia juga mengatakan, di Kabupaten Batang kini ada sekitar 30 curug yang sudah diinventarisasi dan akan terus dikembangkan dengan rapi. Curug lain, masih menunggu diperbaiki akses jalan dan wisatanya. Pembenahan fasilitas di beberapa curug akan terus dilakukan untuk mewujudkan program tahun kunjungan wisata 2022 dengan tage line Batang Heaven Of Asia.

“Dari puluhan curug, sudah ada empat yang dikembangkan, yang sudah diinventarisasi satu di antaranya Curug Macan Kumbang. Yang lain akan dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” paparnya.(han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here