Pasutri Lansia Tewas Membusuk di Kamar

1123
KASIHAN : Polisi mengevakuasi jasad pasangan suami istri dari dalam rumahnya, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KASIHAN : Polisi mengevakuasi jasad pasangan suami istri dari dalam rumahnya, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sepasang suami istri di Dusun Sanggrahan, Mungkid ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya, Minggu (28/1). Jasad korban Soekardjo, 70, dan Sutari, 60, ditemukan dalam kondisi cukup mengenaskan lantaran setengah membusuk. Mirisnya, kedua lansia ini diduga sudah meninggal kurang lebih dua pekan lalu tanpa diketahui keluarga dan tetangganya.

Jenasah mereka pertama kali ditemukan menantu korban sekitar pukul 11.30 WIB. Saat datang, menantu yang saban dua pekan menjenguk kedua korban itu merasa curiga dengan bau busuk yang menyengat dari dalam rumah. Kecurigaan kian bertambah saat ketukan salamnya tidak dijawab dan pintu terkunci dari dalam.

Merasa terjadi hal yang tidak beres, sang menantu lantas meminta bantuan warga setempat untuk mendobrak pintu. Benar saja, ketika berhasil masuk, Soekardjo sudah ditemukan tak bernyawa dengan posisi duduk di kursi tamu. Di bawahnya terdapat ceceran cairan warna kuning kemerahan yang sudah mengering.

”Sedang posisi istrinya, Sutari, meninggal di atas ranjang dengan posisi telentang. Kondisinya setengah membusuk,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Dari hasil oleh TKP tim Inafis Polres Magelang, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo melalui Kapolsek Mungkid AKP Supriyono memastikan, pasangan lansia bukan merupakan korban kejahatan. Sebab, saat dilakukan penyisiran secara cermat seputaran TKP, pihaknya tidak menemukan benda mencurigakan. Anggota juga tidak menemukan barang berharga yang hilang. ”Saat dicek oleh anaknya yang dari Solo, uang tersimpan di dalam laci juga masih utuh,” jelasnya.

Salah seorang tetangga korban, Hasan, yang ikut menonton proses olah TKP hingga evakuasi tidak menyangka bila korban meregang nyawa dengan cara mengenaskan. Apalagi tewasnya pasangan lansia ini tanpa diketahui sanak keluarga dan tetangga. Ketiga anak korban merantau ke Jakarta, Bogor dan Solo.

Pria yang bekerja sebagai salesman ini menerangkan, Soekardjo merupakan pribadi yang taat beribadah di masjid tak jauh dari rumah. Bahkan, sebelum Sutari mengidap penyakit stroke, keduanya kerap menjalankan salat berjamaah di masjid. ”Sebenarnya jamaah masjid sudah menanyakan mengapa Soekardjo tidak pernah lagi ke masjid. Kami menyesal belum sempat menjenguk, korban sudah meninggal,” sesal Hasan. (vie/ton)