Pak Dirman: Desa Perlu Perhatian Lebih

384
MEMBANGUN DESA: Balon Gubernur Jateng Sudirman Said saat menghadiri acara Jagong Ndeso Paguyuban Perangkat Desa (PPD) se-Kabupaten Jepara, kemarin.
MEMBANGUN DESA: Balon Gubernur Jateng Sudirman Said saat menghadiri acara Jagong Ndeso Paguyuban Perangkat Desa (PPD) se-Kabupaten Jepara, kemarin.

RADARSEMARANG.COM, JEPARA – Bakal calon Gubernur Jateng Sudirman Said menegaskan akan memberikan perhatian lebih untuk pembangunan desa, termasuk pemberdayaan perangkat desa. Pasalnya, desa adalah garda terdepan dalam pembangunan nasional.

“Kalau desa-desa kuat Insya’ Allah negara juga akan menjadi kuat,”  kata
Pak Dirman dalam acara Jagong Ndeso antara Paguyuban Perangkat Desa (PPD) se-Kabupaten Jepara dengan Ketua Umum Parade Nusantara, Sudir Santoso di Jepara, Minggu (28/1).

Pak Dirman menyampaikan, negara kuat adalah kumpulan dari provinsi-provinsi yang kuat, provinsi yang kuat adalah kumpulan kecamatan-kecamatan yang kuat, kecamatan yang kuat adalah kumpulan kelurahan-kelurahan yang kuat, dan kelurahan yang kuat adalah kumpulan desa-desa yang kuat.

“Jadi sudah sewajarnyalah jika desa mendapat perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Karena desa adalah garda terdepan pembangunan bangsa,” lanjut Pak Dirman.

Langkah yang akan dilakukan Pak Dirman dalam pemberdayaan desa adalah dengan mengalokasikan dana bantuan desa yang lebih besar dari APBD. Sejauh ini yang dia ketahui, Jawa Timur mengalokasikan dana bantuan untuk Rp 85 juta per desa per tahun. Jawa Barat memberikan dana bantuan desa Rp 100 juta per desa per tahun. Sementara Jawa Tengah, bantuan dana desa dari APBD 2017 hanya sekitar Rp 30 juta per desa.

“Jika saya terpilih, saya akan lihat postur APBD Jateng. Bantuan provinsi untuk desa saya kira sangat mungkin untuk di tingkatkan,” katanya.

Pak Dirman mengaku sangat prihatin dengan sejumlah kepala desa yang tersandung kasus hukum terkait dengan dana desa dari pemerintah pusat. Sebagian dari mereka, lanjut dia, mungkin tidak berniat melakukan korupsi. Tapi karena ketidaktahuan jadi terjerat kasus.

Karena itu, jika jadi gubernur Jateng dia akan menyisihkan anggaran untuk program pendampingan para kepala desa dalam kaitan dengan bagaimana pemanfaatan dana desa, mulai dari rencana penggunaan, pencatatan, hingga bagaimana menyusun laporan pertanggungjawabannya.

“Saya sudah mengikrarkan diri akan menjadi gubernurnya orang miskin, gubernurnya orang desa. Saya sendiri lahir di desa. Jadi saya akan beri perhatian khusus untuk desa, naik masyarakat maupun perangkatnya,” pungkas Pak Dirman. (har/aro)