33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Kuliah S2 di Dua PTN, Sudah Hasilkan 100 Tulisan

Mokhamad Abdul Aziz, Mahasiswa yang Kolumnis dan Penulis Buku

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM – Mokhamad Abdul Aziz tak hanya aktif di organisasi, mahasiswa S2 UIN Walisongo Semarang dan S2 Universitas Diponegoro (Undip)  ini juga seorang kolumnis dan penulis buku.

SITI QONIATUN NI’MAH

SAAT ini, Mokhamad Abdul Aziz Umum menjabat Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Tengah. Pria kelahiran Rembang, 16 November 1991 ini juga seorang penulis artikel (kolumnis) yang ulung. Bahkan, sejak 2015, ia sudah 100 lebih tulisannya yang dimuat di berbagai koran lokal maupun nasional. Selain itu, ia juga sudah menghasilkan dua buku  berjudul Membangun Umat dan Bangsa serta Korupsi dan Ancaman Demokrasi.

“Bagi saya, menulis itu soal cara belajar. Ketika kita menulis, tentu harus punya masalah terlebih dahulu. Berarti harus baca yang banyak dong. Baca, tulis, baca tulis. Begitu terus. Itu kan kita diajari sejak PAUD,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, menulis itu tergantung kebiasaan. Dengan terbiasa melatih diri untuk menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan, nanti dengan sendirinya logika yang ada dalam pikiran tersebut akan terlatih.

Nah, apa yang kita tulis biasanya akan lebih melekat di kepala. Jadi, kalau sewaktu-waktu menyampaikan tema yang sudah pernah kita tulis, akan lebih kena dan runtut,” jelas pria yang kini tinggal di Pondok Pesantren Monash Institute, Ngaliyan, Semarang ini.

Diakui, menulis merupakan sebuah jalan yang harus dilalui untuk menjadi seorang ilmuwan. “Kalau sekelas penulis pemula seperti saya ini ya itu, latihan. Kalau sudah jadi ilmuwan kondang, itu kan bisa jadi jalan dakwah juga tho, bagi seorang muslim. Mana ada ilmuwan yang tidak menulis? Nah, saya berharap bisa menuju ke sana,” tutur mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo yang akan diwisuda Maret ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Budaya Gotong Royong Harus Dilestarikan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Pekalongan perlu dilestarikan untuk mempekuat intregrasi sosial masyarakat di desa dan...

Plasa Telkom Digital Hadir Di Semarang Pelanggan Makin Nyaman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom) menghadirkan Plasa Telkom Digital  dalam memperkuat  layanan purna jual. Plasa Telkom Digital dibangun dengan konsep mengoptimalkan...

Consumer Masih Prospektif

“Sejauh ini sektor consumer boleh dibilang merupakan sektor yang tahan banting, baik saat ekonomi sedang lesu maupun saat ekonomi membaik,” Fanny Rifqi El Fuad, Kepala...

Datangkan Guru Inspiatif Untuk Genjot Semangat Siswa

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN –  Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mendatangkan berbagai tokoh inspiratif ke sekolah-sekolah. Mulai wali kota, pejabat, polisi, hingga wartawan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan...

Guru Cabul Terancam Dipecat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Oknum guru SDN Karangayu 02 Semarang, berinisial FO, yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap siswinya, saat ini telah ‘diciduk’ oleh Dinas...

Punya Database Anak Didik untuk Mitra Kerja

Puluhan tahun bekerja di sektor pariwisata, membuat Ilham Pamungkas kenyang urusan tetek bengek sektor ini. Ia lantas membuka pelatihan bagi muda-mudi yang ingin bekerja...