33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Kontraktor Tombok Rp 17 M

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna (SCS) yang telah diputus kontrak karena tidak bisa menyelesaikan hingga batas waktu ketentuan masih meminta perpanjangan. Sesuai kontrak, seharusnya berakhir pada 18 Desember 2017 lalu.

Mereka meminta waktu hingga 5 Februari 2018 mendatang dan berjanji akan menyelesaikan pembangunan tahap 1. Sama seperti pembangunan di Pasar Simongan, PT SCS ini juga menyatakan siap membiayai penyelesaian pembangunan menggunakan dana sendiri.

Pembangunan ini menggunakan Dana Tugas Pembantuan (TP) dari APBN Kementerian Perdagangan RI dengan nilai kontrak Rp 87,5 miliar. Hanya bisa diselesaikan 81 persen dari batas waktu kontrak yang ditentukan.

Direktur PT SCS, Suharto berjanji akan menyelesaikan pembangunan tahap 1 sesuai waktu perpanjangan, yakni hingga 5 Februari mendatang. “Kami optimis bisa selesai 100 persen. Saat ini progresnya sudah mencapai 93 persen. Secara volume sebenarnya akhir bulan ini bisa selesai. Tetapi setelah itu masih ada tahap pembersihan,” kata Suharto, kemarin.

Untuk mengejar penyelesaian itu, pihaknya mengerahkan sebanyak 300 pekerja yang melakukan kegiatan siang dan malam secara shift. Pembangunan kios dan keramik di lantai I telah selesai. Saat ini sedang mengerjakan penyelesaian pembangunan kios dan pemasangan keramik di lantai II. Ia juga mengaku penyelesaian pembangunan ini menggunakan uang sendiri karena kontrak kerja telah diputus akhir Desember lalu.

Rencananya, dana pribadi yang dikeluarkan kontraktor akan diganti oleh Pemkot Semarang di Anggaran Perubahan 2018. “Total dana pribadi yang kami keluarkan untuk penyelesaian pembangunan kurang lebih Rp 17,6 miliar,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet mengatakan anggaran Perubahan Pemkot Semarang tidak bisa untuk menutup pembiayaan penyelesaian Pasar Kanjengan. Sebab sejauh ini belum dianggarkan.

Menurutnya, pengerjaan proyek tidak boleh mendahului anggaran. Seharusnya, setiap ada kegiatan pembangunan dianggarkan melalui APBD dengan persetujuan dewan.

“Setiap pengajuan penganggaran ada prosedur maupun mekanisme yang harus dilewati. Daripada nanti tersandung masalah hukum, kami akan menolak jika dianggarkan di perubahan,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peserta Sektor Informal Masih Minim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petani menjadi jenis profesi paling banyak dalam kepesertaan dari sektor informal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Semarsng Majapahit. Kepala BPJS...

Tanpa Alat Pengaman

EMPAT pekerja tengah mengecat besi papan reklame di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Semarang, Sabtu (27/5). Mereka bekerja mengabaikan keselamatan diri karena tidak mengenakan alat...

MyRepublic Kembangkan Home Telephony

SEMARANG - Penyedia layanan internet berbasis teknologi fiber optic, MyRepublic, terus memperluas jaringan di Kota Semarang. Saat ini, jumlah pengguna MyRepublic di Kota Atlas...

Dorong Pengusaha Tekstil Lebih Inovatif

SEMARANG - Puluhan pasangan berpakaian batik sarimbit atau pakaian batik berpasangan, mencuri perhatian pengunjung Mal Paragon, Rabu (6/9). Mereka adalah peserta dari Festival Rancang...

Harga Ikan Naik Akibat Cuaca Buruk

RADARSEMARANG.COM - Pekerja sedang menjemur ikan teri di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok, Kota Semarang, Rabu (28/3). Harga ikan laut di TPI Tambaklorok melambung...

Makam Mbah Lancing Dirusak Peziarah

KEBUMEN—Sejumlah peziarah di cagar budaya Makam Mbah Lancing, Mirit, Kebumen hampir saja diamuk warga. Sebab mereka merusak bangunan makam tersebut. Kapolsek Mirit AKP Sapto Wahono...