Kontraktor Tombok Rp 17 M

1615
KEJAR PENYELESAIAN : Pembangunan Pasar Johar Baru di lahan eks Kanjengan terus dikebut, meski waktu kontrak pengerjaan telah habis. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEJAR PENYELESAIAN : Pembangunan Pasar Johar Baru di lahan eks Kanjengan terus dikebut, meski waktu kontrak pengerjaan telah habis. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna (SCS) yang telah diputus kontrak karena tidak bisa menyelesaikan hingga batas waktu ketentuan masih meminta perpanjangan. Sesuai kontrak, seharusnya berakhir pada 18 Desember 2017 lalu.

Mereka meminta waktu hingga 5 Februari 2018 mendatang dan berjanji akan menyelesaikan pembangunan tahap 1. Sama seperti pembangunan di Pasar Simongan, PT SCS ini juga menyatakan siap membiayai penyelesaian pembangunan menggunakan dana sendiri.

Pembangunan ini menggunakan Dana Tugas Pembantuan (TP) dari APBN Kementerian Perdagangan RI dengan nilai kontrak Rp 87,5 miliar. Hanya bisa diselesaikan 81 persen dari batas waktu kontrak yang ditentukan.

Direktur PT SCS, Suharto berjanji akan menyelesaikan pembangunan tahap 1 sesuai waktu perpanjangan, yakni hingga 5 Februari mendatang. “Kami optimis bisa selesai 100 persen. Saat ini progresnya sudah mencapai 93 persen. Secara volume sebenarnya akhir bulan ini bisa selesai. Tetapi setelah itu masih ada tahap pembersihan,” kata Suharto, kemarin.

Untuk mengejar penyelesaian itu, pihaknya mengerahkan sebanyak 300 pekerja yang melakukan kegiatan siang dan malam secara shift. Pembangunan kios dan keramik di lantai I telah selesai. Saat ini sedang mengerjakan penyelesaian pembangunan kios dan pemasangan keramik di lantai II. Ia juga mengaku penyelesaian pembangunan ini menggunakan uang sendiri karena kontrak kerja telah diputus akhir Desember lalu.

Rencananya, dana pribadi yang dikeluarkan kontraktor akan diganti oleh Pemkot Semarang di Anggaran Perubahan 2018. “Total dana pribadi yang kami keluarkan untuk penyelesaian pembangunan kurang lebih Rp 17,6 miliar,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet mengatakan anggaran Perubahan Pemkot Semarang tidak bisa untuk menutup pembiayaan penyelesaian Pasar Kanjengan. Sebab sejauh ini belum dianggarkan.

Menurutnya, pengerjaan proyek tidak boleh mendahului anggaran. Seharusnya, setiap ada kegiatan pembangunan dianggarkan melalui APBD dengan persetujuan dewan.

“Setiap pengajuan penganggaran ada prosedur maupun mekanisme yang harus dilewati. Daripada nanti tersandung masalah hukum, kami akan menolak jika dianggarkan di perubahan,” katanya. (amu/zal)