KH Subhan Ma’mun: Sudah Waktunya Orang Amanah Urus Jateng

868
MINTA RESTU: Balon Gubernur Jateng Sudirman Said dan istri saat bersilaturahmi ke KH Subhan Ma'mun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, Brebes. (JPG)
MINTA RESTU: Balon Gubernur Jateng Sudirman Said dan istri saat bersilaturahmi ke KH Subhan Ma'mun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, Brebes. (JPG)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Sudah waktunya Jawa Tengah diurus oleh orang yang amanah. Orang yang jujur dan mementingkan hajat hidup masyarakat kebanyakan, bukan mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok.

KH Subhan Ma’mun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, mengungkapkan hal itu saat menerima bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, Sabtu (27/1) di kediamannya di Brebes. “Untuk itu, perlu  pemerintah yang bersih, tulus, dan lurus. Kalau yang memimpin pemerintahan tulus dan lurus, sebenarnya mudah melakukan perbaikan,” katanya.

Kepada Pak Dirman yang datang bersama istri, KH Subhan juga menyampaikan perlunya mengembalikan sikap kesukarelaan dalam mengurus organisasi. Kemandirian organisasi kemasyarakatan harus didorong. “Kalau Pak Dirman jadi gubernur perlu memperkuat pemberdayaan organisasi masyarakat,” sambungnya.

KH Subhan juga meminta, jika kelak terpilih sebagai Gubernur Jateng, Pak Dirman harus memberi perhatian kepada pesantren. Pasalnya, pesantren merupakan sumber kader pemimpin bangsa yang sudah terbukti bisa diandalkan. Banyak pemimpin nasional sejak dulu hingga sekarang yang berasal dari pesantren.   “Pesantren merupakan sumber kader kepemimpinan nasional. Karena itu harus diperkuat guna meningkatkan kualitas kader pemimpin,” urai dia.

Pak Dirman sendiri menyatakan akan memberikan perhatian kepada pesantren-pesantren yang ada di Jateng. Karena pesan KH Subahn juga dia dapatkan  dari para kiai pengasuh pondok pesantren yang ditemuinya selama perjalanan silaturahmi ke berbagai ponpes di Jateng.

“Saya menangkap ada harapan yang besar dari parai kiai yang saya temui agar soal pembinaan pesantren ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jateng,” kata Pak Dirman.

Pak Dirman melihat, di tengah era globalisasi seperti sekarang, peran Ponpes menjadi semakin penting untuk menjaga moralitas generasi penerus.  “Insya’ Allah soal pesantren akan menjadi program kerja kami. Apalagi Bu Ida Fauziyah kan dari kalangan Nahdliyin. Pasti akan ada peningkatan perhatian kepada pesantren,” jelasnya. (har/aro)