OTOPSI: Mobil ambulnace dari RST Dr Asmir Salatiga saat mengevakuasi kembali korban pembunuhan warga Dusun Macanan untuk dilakukan otopsi, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OTOPSI: Mobil ambulnace dari RST Dr Asmir Salatiga saat mengevakuasi kembali korban pembunuhan warga Dusun Macanan untuk dilakukan otopsi, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tewasnya Sri Rahayu, 39, warga Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Tengaran, menimbulkan pertanyaan bagi keluarga. Pihak keluarga menemukan kejanggalan atas tewasnya Sri Rahayu. Bukan karena kecelakaan.

Ingin membuktikan kejanggalan tersebut, pihak keluarga pun melaporkan tewasnya Sri Rahayu ke Polsek Getasan. Dugaan sementara, pelaku pembunuhan mengarah ke Nur Khamid, 40, warga Dusun Krajan RT 3 RW II, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, yang tak lain suaminya sendiri.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi saat Sri Rahayu dan suaminya, Nur Khamid, pergi ke Dusun Tugu, Desa Bener, mengendarai mobil angkot H 1055 BB, Sabtu (27/1). Saat dalam perjalanan korban dan terduga pelaku terjadi adu mulut. Kemudian korban diketahui jatuh dari angkot yang dikendarai Nur Khamid.

Melihat sang istri terjatuh dari mobil, Nur Khamid lantas membawanya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Asmir Salatiga. Namun saat sampai di RST tersebut kondisi korban sudah meninggal.Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka. Keluarga korban yang tidak menyangka dan menemukan kejanggalan.

“Kami saat membuka jenazah adik sempat curiga karena di kepala bagian kanan berlubang dan darah terus keluar,” kata Pujiyati, 47, kakak korban.

Pujiyati, 47, menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, Sri Rahayu berangkat ke tempat kerjanya Sabtu (27/1) pukul 05.30 WIB. “Sebelum kejadian adik sempat 3 kali SMS saya,” ujar Pujiyati.

Dijelaskannya, dari pernikahan korban dengan terduga pelaku dikarunia tiga anak yaitu Angelina Wulandari, 12, Salsabila Ayu A, kelas IV SD dan Raffa Fajar Anugerah, 4. “Sebenarnya setelah pulang dari jagong, adik saya mau merayakan ulang tahun Raffa,” katanya

Atas kejanggalan tersebut kemudian keluarga melaporkan ke Polsek Getasan. Polisi langsung menindaklanjuti dengan menerjunkan petugas dan unit identifikasi ke lokasi.

“Hasil olah TKP menunjukkan jika korban juga mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya,” terang Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana, Sabtu (27/1) malam.

Di dalam mobil angkot pelaku juga banyak ditemukan bercak darah, yang diduga darah korban. Hasil olah TKP juga ditemukan bagian belakang kepala korban juga sobek terkena hantaman benda tajam. “Terduga pelaku untuk sementara kita amankan di Polsek Getasan,” ujarnya.

Selain terduga pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan mobil angkot H 1055 BB. Meski begitu pihak Sat Reskrim Polres Semarang belum bisa memastikan apa motif dari terduga pelaku.

“Yang jelas, beberapa hari sebelum kejadian korban yang merupakan istri siri tersebut sering bertengkar dengan terduga pelaku,” katanya.

Sementara itu, tim medis yang juga memeriksa tubuh korban, Reni mengatakan hasil dari visum luar yang dilakukan Puskesmas Getasan juga menyebutkan luka lebam di tubuh korban. “Persisnya di pipi, dan lengan bagian kiri,” ujar Reni. Selain lebam, juga ditemukan luka lecet di tangan sebelah kanan dan hidung dan telinga yang selalu keluar darah. (ewb/zal)