TBRS Akan Dilengkapi Skywalk

382

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang melalui Dinas Penataan Ruang (Distaru) menargetkan renovasi Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dimulai tahun ini.

Kepala Seksi Pengendalian Tata Ruang Distaru Kota Semarang, Transiska Lusi Marina menjelaskan, renovasi TBRS ini nantinya akan dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama meliputi pembangunan gedung Ki Nartosabdo, kemudian amphitheater dan wisma seniman.

“Tahun ini, tahap satu sebisa mungkin sudah berjalan. Gedung Ki Nartosabdo yang baru harus sudah mulai dibangun, dan tanpa harus merobohkan gedung yang lama,” ungkapnya usai diskusi Bedah Rencana Induk Taman Budaya Raden Saleh, di TBRS, kemarin.

Meski demikian, Transiska mengaku belum bisa memastikan kapan renovasi TBRS ini dimulai. Pihaknya juga belum bisa menjelaskan secara detail berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi taman seluas 4,49 hektare (ha) tersebut.

“Untuk HPS (harga perkiraan sendiri) belum kami susun. Setelah disusun, baru kami adakan lelang. Mungkin (HPS) bisa kami susun secepatnya pekan ini, sehingga Februari sudah dilakukan lelang untuk pengembang,” terangnya.

Meski HPS belum ditentukan, pihaknya telah menyusun master plan maupun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan TBRS. Dalam DED itu TBRS nantinya akan memiliki taman bermain yang mirip dengan wisata alam, Treetop, di Kopeng. TBRS nantinya juga akan dilengkapi skywalk yang menghubungkan antara gedung Ki Nartosabdo dan Amphiteater.

“Untuk rancangan bangunannya masih bisa berubah, sesuai dengan keinginan para user (seniman). Maka itu kami terus menggelar diskusi publik seperti ini agar bisa menemukan rancangan yang tepat sebelum pembangunannya dimulai,” tandasnya.

Sementara itu, seorang perwakilan dari seniman di Semarang, Daniel, berharap TBRS yang baru nantinya tetap bisa mengakomodasi kegiatan para seniman.

“Dalam arti kata, akses bagi seniman ke TBRS yang baru tidak dibatasi. Seniman tetap diizinkan beraktivitas atau menggunakan gedung yang baru itu,” tutur Daniel dalam diskusi tersebut. (tsa/zal)