Sudirman Said Ingin Jadi Gubernurnya Orang Miskin

532
PEDULI RAKYAT MISKIN: Bakal calon Gubernur Jateng Sudirman Said menyampaikan sikapnya terhadap kemiskinan di Jateng pada acara Rakor Partai Gerindra Jateng, Sabtu (27/1) kemarin. (JPG)
PEDULI RAKYAT MISKIN: Bakal calon Gubernur Jateng Sudirman Said menyampaikan sikapnya terhadap kemiskinan di Jateng pada acara Rakor Partai Gerindra Jateng, Sabtu (27/1) kemarin. (JPG)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, menegaskan, jika rakyat Jawa Tengah memberi kepercayaan dirinya memimpin provinsi ini, maka dia akan menjadi gubernurnya orang miskin. Sebab, kemiskinan di Jateng sudah sangat akut, sehingga perlu penanganan secara serius dan khusus.

“Saya akan jadi gubernurnya orang miskin. Gubernurnya petani, nelayan, dan gubernurnya buruh. Perlu ada keberpihakan yang tegas terhadap orang miskin,” tandas Pak Dirman dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Partai Gerindra Jawa Tengah di Brebes, Sabtu (27/1) kemarin.

Pak Dirman menyatakan, dirinya tahu betul rasanya miskin. Karena dia lahir dan besar dari keluarga miskin.  “Hanya karena ditolong oleh negara, ditolong oleh masyarakat Jateng, saya bisa lepas dari kemiskinan,” ungkap Pak Dirman.

Lebih lanjut Pak Dirman bercerita,  dari pajak yang dibayar rakyat dirinya dapat beasiswa, sehingga bisa sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan sempat dapat beasiswa sekolah ke luar negeri. Hal ini dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

“Saya berutang pada negara, pada rakyat Jateng. Karena itu saya akan bayar utang itu dengan menjadi gubernur yang berpihak pada orang miskin,” ulang Pak Dirman.

Pak Dirman memaparkan, secara nasional tingkat kemiskinan di Jateng masih sangat tinggi. Meski ada penurunan jumlah penduduk miskin, namun Jateng masih menempati ranking kedua sebagai provinsi dengan angka angka kemiskinan tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur.

Sejumlah 15 kabupaten/kota di Jateng masuk dalam zona merah kemiskinan. Kelima belas kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

Cara Pak Dirman mengatasi kemiskinan adalah dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk masyarakat bawah. Mereka harus difasilitasi agar dapat taraf kehidupannya terangkat.

“Kalau yang bawah terangkat, yang tengah dan atas juga akan terangkat. Jadi dengan mengangkat masyarakat bawah  dengan sendirinya yang atas ikut terangkat. Sehingga yang tengah dan atas tidak perlu khawatir jika saya menjadi gubernurnya orang miskin,” pungkas Pak Dirman. (har/aro)