Settingan Komputer, Tak Sembarangan Pilih Bengkel

Triumph Bonneville Bobber

1313
BERGAYA RETRO :Jovan Essamenaiki motor Triumph Bonneville Bobbermiliknya. Meskibergaya motor lawas, moge ini memakai sistem computerized. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERGAYA RETRO :Jovan Essamenaiki motor Triumph Bonneville Bobbermiliknya. Meskibergaya motor lawas, moge ini memakai sistem computerized. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Penggemar motor gede (moge) di Semarang, Jovan Essa memang sudah melirik Triumph Bonneville Bobber untuk menjadi salah satu koleksinya. Bentuknya yang mirip tunggangan ‘setan jalanan’ membuat Jovan langsung jatuh hati. Sayang, Triumph jenis bobber teranyar ini tidak bisa sembarangan dimodifikasi karena sistemnya yang sudah computerized.

Milih bengkel saja nggak bisa sembarangan. Nggak semua bengkel bisa. Kalau mau modif tampilan, sih oke. Tapi kalau mau ngutak-atik daleman, agak susah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebenarnya, meski tanpa sentuhan modifikasi, kendaraan jok tunggal ini sudah sangat gahar. Gayanya yang hot rod dengan aura pemberontaknya bisa dibilang cukup untuk bergaya di jalanan Kota Semarang.

Desain tanki, mesin, dan klalpotnya yang luwes khas motor retro memang memikat. Bobber ini merupakan model tambahan kedua di jajaran motor Triumph Bonneville setelah New T100. Motor yang ini, sudah disematkan mesin Bonneville T120 SOHC berkapasitas 1.200 cc dengan delapan katup pendingin cairan.

Mesin yang dibawa berkarakter over bore dengan perbandingan ukuran bore dan stroke masing-masing 97,6 mm x 80 mm. Diatas kertas, Triumph terbaru ini mampu mengeluarkan power maksimal 77 HP/6100 rpm dengan torsi puncak 78,2 FT-lbs/4000 rpm.

Suara yang dibuang dari knalpot pun terdengar renyah. Maklum, bobber ini sudah menggunakan sistem exhaust slash-cut paling anyar. Dimensinya pun lebih pendek dan ringan dibanding milik T120. “Tarikannya cukup enteng. Untuk kota-kota cukup nyaman. Buat touring juga enak. Apalagi pakai jok tunggal,” terangnya.

Kenyamanannya juga dihasilkan dari bentuk setang bermodel handle bar. Lurus dan sedikit melebar. Kaki kakinya ala motor klasik dengan palang jari-jari. Ukurannya 18 inchi di bagian depan dan 16 inchi di bagian belakang. Sementara rangka Triumph Bobber ini menggunakan Tubular Steel Cradle.

Untuk menyokong bagian depan, ada suspensi upside down 41 mm dari Kayaba. Sementara suspensi belakang, dibekali monoshock dengan link yang juga made in Kayaba. (amh/ric)