Membentuk Karakter Siswa Melalui KMD

516
Oleh: Alfu Laila SPd
Oleh: Alfu Laila SPd

RADARSEMARANG.COM – PRAMUKA Merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya orang muda yang suka berkarya. Gerakan Pramuka memiliki lambang Tunas Kelapa yang artinya tunas penerus bangsa. Tunas itu sendiri dianggap cikal yang akan bertumbuh, artinya Pramuka dimulai dari tunas yang akan terus berkembang dan keberadaannya dapat dirasakan oleh orang lain.

Saat ini Pemerintah kembali menegakkan kegiatan Pramuka sebagai aktivitas wajib yang harus diselenggarakan oleh sekolah baik dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Hal ini bertujuan agar seluruh siswa dari SD hingga SMA memiliki keterampilan dasar Pramuka dan kemampuan bertahan hidup.

Salah satu jenjang untuk menguasai materi kepramukaan adalah KMD yang  merupakan  kepanjangan dari Kursus Mahir Dasar yang di gunakan gerakan pramuka  untuk pembina dalam gerakan pramuka. Setelah pemerintah dengan gencarnya menggalakkan dan menggunakan  kurikulum 2013 di masing masing sekolah, yang perlu di benahi salah satu nya adalah karakter peserta didik. Untuk merubah dan membentuk karakter siswa yang lebih baik, peserta didik perlu melihat dan mencontoh apa yang di sekitarnya salah satunya adalah sosok Guru atau pendidik. Guru di harapkan dapat mempunyai pribadi  digugu lan ditiru.

Terkait dengan hal tersebut Salah satu program kegiatan di KMD adalah pembentukan karakter dan pembelajaran yang menyenangkan. ini terbukti bahwa kurikulum pada kepramukaaan sebanding dengan kurikulum 2013. Dalam membelajarkan peserta didik, guru perlu mengembangkan kompetensi dan tekniknya dalam mengajar. Seringkali guru kurang memperhatikan teknik mengajar sehingga  peserta didik merasa jenuh, bosan, bahkan malas-malasan mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada penurunan prestasi belajar peserta didik. Sebagai seorang guru, harus pandai mengelola kelas, mengemas suatu pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam mendidik peserta didik. Untuk itu, guru harus mengetahui hakikat belajar dan  mempunyai cara atau tekhnik yang dapat membuat anak merasa ingin dan selalu menginginkan suatu pelajaran  istilah yang lain adalah kangen pada pelajaran tersebut.