Latih 33 Grup Tari, Kerap Tampil di Luar Negeri

Zulfikar, Perintis dan Pelatih Tari Ratoh Jaroe di Semarang

597
MENJAGA TRADISI: Kelompok tari Ratoh Jaroe Undip, dan Zulfikar saat membawa timnya tampil di China. (DOKUMEN PRIBADI)
MENJAGA TRADISI: Kelompok tari Ratoh Jaroe Undip, dan Zulfikar saat membawa timnya tampil di China. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Zulfikar adalah salah satu pelatih Tari Ratoh Jaroe di Semarang. Setidaknya sudah 33 grup tari asal Aceh ini yang dilatihnya. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

SEKILAS Ratoh Jaroe memiliki kemiripan dengan Tari Saman. Ratoeh Jaroe ini merupakan tari kreasi yang berasal dari Aceh. Biasanya disajikan dalam perayaan adat, meski sekarang sudah kerap hadir sebagai hiburan biasa.

Awalnya, tari ini dibuat untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat Aceh dari keterpurukan akibat konflik atau musibah yang terjadi sana. Jadilah, para seniman Aceh menggabungkan tari-tari tradisional yang sudah ada menjadi tari yang lebih dinamis, rampak, dan kekinian pada 2008 silam.

Di Semarang, Zulfikar adalah salah satu pelatih tarian dengan ciri khas teriakan dari para penari, alunan alat musik khas, serta gerakan kompak para penari ini. Pria kelahiran Jogja, 26 tahun lalu ini bahkan menyebut dirinya sebagai perintis Tari Ratoh Jaroe di Semarang. Benar saja, saat pertama berkecimpung di Ratoh Jaroe, jumlah kelompok kesenian ini belum begitu banyak. Bisa dibilang, saat itu, sekitar 2013, jumlah kelompok penari ini bisa dihitung dengan jari.

”Kalau sekarang di Semarang sudah ada 33 grup. Mulai dari SMP, SMA dan mahasiswa, juga instansi,” jelas pemilik akun Instagram Izul_gendang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berkat usahanya melalui gelaran workshop di sekolah-sekolah, kampus dan instansi, Tari Ratoh Jaroe kini menempati posisi yang diperhitungkan. Bahkan, di sejumlah sekolah, tarian ini sudah dijadikan ekstrakurikuler bagi siswanya.