BEBASKAN HASIL SITAAN : Kepala BKIPM dan sejumlah instansi terkait melepas 94 kepiting hasil sitaan Bandara Adisucipto Yogyakarta, di area konservasi mangrove Mangunharjo, Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEBASKAN HASIL SITAAN : Kepala BKIPM dan sejumlah instansi terkait melepas 94 kepiting hasil sitaan Bandara Adisucipto Yogyakarta, di area konservasi mangrove Mangunharjo, Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MANGUNHARJO – Sebanyak 94 ekor kepiting undersize (berat dibawah rata-rata) asal Kalimantan, dilepasliarkan di kawasan konservasi mangrove Mangunharjo Mangkang Semarang.  Kepiting tersebut hasil sitaan di Bandara Adisucipto Yogyakarta pada 2 Januari lalu.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang Raden Gatot Perdana menjelaskan, membawa kepiting undersize tersebut melanggar Permen KP No 56 tahun 2016. Dalam regulasi tersebut menyatakan bahwa kepiting yang dilalu lintaskan harus memiliki berat diatas 200 gram dan tidak bertelur.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kepiting yang bertelur atau berat di bawah 200 gram tidak boleh dieksploitasi karena tidak memenuhi standart konsumsi,” ungkapnya disela-sela acara, Kamis (25/1).

Selain pelepasliaran lanjut Gatot, juga dilakuan penanaman mangrove. Diharapkan dengan penanaman tersebut memberikan manfaat dan pengembangan bagi ekosistem di kawasan pesisir .

Sementara itu, salah satu anggota kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas) Mangunharjo Feri Agung, menyambut baik pelepasliaran dan penanaman mangrove d ikawasan tersebut.

” Warga sendiri juga telah mengetahui kepiting yang boleh di ambil untuk budidaya atau dikonsumsi. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar kepting tidak sulit didapat,” tandasnya. (dit/zal)